"Ya memang kalau Ahok sejak awal sudah sampaikan, Ahok sudah lampu kuning itu. Biasanya petahana itu setahun terakhir harus di atas 65 persen atau 70 persen (elektabilitasnya-red). Umumnya mereka yang telah memimpin 1 periode, di periode kedua hasil surveinya tinggi-tinggi," kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria saat berbincsang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (6/10/2016).
Riza menambahkan, calon petahana yang ketika disurvei elektabilitasnya di atas 70 persen saja belum tentu menang. Menurutnya, warga Jakarta saat ini benar-benar menginginkan gubernur baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tinggi-tinggi saja elektabilitasnya menurut survei belum menang, apalagi Ahok?," sambung Riza.
Sebelumnya diberitakan, pasangan Ahok-Djarot masih menduduki posisi teratas di sejumlah survei di antaranya di survei LSI Denny JA, Median, maupun yang terbaru yaitu Populi Center. Namun, elektabilitas pasangan ini menurun. Berbeda dengan para pesaingnya yang justru merangkak naik.
Di survei terbaru yang diadakan Populi Center, elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 45,5 persen, Anies Baswedan-Sandiaga Uno 23,5 persen, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 15,8 persen, belum memutuskan 12,5 persen, dan tidak jawab 2,7 persen.
(wsn/hri)











































