Di Lampung, ada 5 daerah yang akan menggelar Pilkada dan PDIP mengusung kader di 5 daerah tersebut. Menurut Hasto, Lampung penting karena urat nadi perekonomian dan pintu masuk Sumatera ke Pulau Jawa.
"Presiden Jokowi sudah enam kali hadir ke Lampung dalam rangka mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur di Lampung," ucap Hasto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima pilkada di Lampung untuk tahun 2017 itu adalah: Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Lampung Barat dan Pringsewu.
Baca juga: Pilkada Tulang Bawang Barat Hanya Diikuti 1 Pasang Calon yang Diusung 10 Parpol
Hasto dengan kemenangan kader di Pilkada, maka akan semakin mempercepat pembangunan di Lampung. Hasto menyebut dirinya menghabiskan dua hari berkeliling ke beberapa kabupaten dan menemui kader dan pengurus partai dalam rangka konsolidasi pemenangan pilkada Lampung itu.
Sementara, kepada para calon kepala daerah dan tim pemenangan yang hadir, Hasto meminta agar calon dan tim pemenangan menggunakan bahasa rakyat. "Mengerti persoalan rakyat, dan mulai menyampaikan hal-hal yang sederhana dan bukan sekedar angan-angan," kata Hasto.
Hasto juga mengimbau agar semangat gotong royong dikedepankan dalam menyongsong pilkada mendatang. Pilkada Lampung diharapkan menjadi kemenangan bersama bagi seluruh kader PDIP, karena pilkada bukan persoalan orang perorang.
Dalam kesempatan sama, Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung Sjachroedin ZP mengingatkan agar seluruh calon yang diusung PDIP dapat turun dan mengenali permasalahan rakyat.
"Turun dan kenali para tokoh dan pemuda. Kita harus banyak belajar dari pilkada sebelumnya. Tentunya PDIP ingin menang semuanya tapi minimal dari lima minimal bisa dimenangkan tiga pilkada," harapnya.
Menurut Sjachroedin, kemenangan di pilkada Lampung akan jadi gambaran raihan PDIP di pilkada Gubernur Lampung 2018 dan Pileg 2019. Sjachroedin juga berharap Ketua Umum PDIP yang juga Presiden RI ke-lima Megawati Soekarnoputri akan hadir untuk berkampanye bagi calon yang diusung PDIP.
"Untuk diketahui, Ibu Mega satu-satunya presiden yang diberi gelar adat di Lampung. Bila Ibu Mega berkenan hadir di Lampung, akan diturunkan tokoh-tokoh adat," ucap Sjachroedin. (miq/hri)










































