Dalam survei yang dirilis oleh Populi Center, disebutkan 42,5% penduduk DKI yang memilih Ahok di survei adalah muslim. Mardani menganggap hasil survei itu keluar karena Anies-Sandiaga belum lama menyapa rakyat Ibu Kota.
"Jadi gini, saya malah senang dengan survei, karena survei LSI, Polmark, Median, Populi Center sama. Pemilih muslim diverse, berbeda. Itu tanda pemilih muslim cerdas. Dia tidak hanya karena Ahok nonmuslim dan Anies-Sandi muslim. Ahok bagus, oke, no problem, itu bagus," ujar Mardani mengawali argumennya soal tingginya pemilih muslim yang mendukung Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mardani melanjutkan, tingginya dukungan kepada Ahok dari pemilih muslim karena seringnya pemberitaan soal Gubernur DKI itu. Dengan tingginya aktivitas Anies-Sandiaga, dia yakin pilihan pemilih muslim akan berubah.
"Karena pemilih muslim yang cerdas selama ini dengar berita Ahok. Sekarang pemilih cerdas dengar berita Anies dan Agus, saya yakin banyak yang ke Anies," ulas politikus PKS ini.
Dalam survei yang dirilis Populi Center hari ini, elektabilitas Ahok-Djarot 45,5 persen, Anies Baswedan-Sandiaga Uno 23,5 persen, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 15,8 persen, belum memutuskan 12,5 persen, dan tidak jawab 2,7 persen.
Lebih jauh soal survei itu, Populi mengungkap pemilih muslim banyak mendukung Ahok.
"Pemilih DKI Jakarta tidak menghiraukan isu SARA. Hal ini terbukti dari data menunjukkan penganut agama Islam paling banyak memilih Ahok-Djarot yaitu 42,5 persen penduduk muslim DKI. Sementara itu untuk masyarakat dengan prefensi partai pengusung calon tertentu, cukup loyal dengan pilihan tokoh yang diusung partai pilihannya," kata Peneliti Populi Center Nona Evita dalam konferensi pers di Kantor Populi Center di Hl Letjend S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (6/9/2016). (tor/tor)











































