Ruhut: Aku Tak Akan Mundur dari Partai Demokrat

Ruhut: Aku Tak Akan Mundur dari Partai Demokrat

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 06 Okt 2016 19:01 WIB
Ruhut: Aku Tak Akan Mundur dari Partai Demokrat
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Politikus Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul bersitegang dengan partainya gara-gara dirinya mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017. Ruhut memastikan dia tak akan mundur dari PD.

Ruhut menuturkan dia menerima informasi rekan-rekannya di PD menyebut dirinya tinggal 2 hari lagi jadi kader partai berlambang bintang mercy itu. Ruhut kaget, karena dia merasa belum dipanggil untuk kedua kalinya oleh Komisi Pengawas PD. Dia juga menjelaskan dirinya sebenarnya tidak mangkir pada panggilan pertama.

"Aku sudah di jalan waktu itu, yang diketahui kan Pak Hayono tidak bisa. Aku juga sempat nanya, terus kata mereka bilang, ya udah, Bang, nanti nanti aja deh, Bang. Ya udah. Itu kan adik saya semua, sampai sekarang belum ada panggilan lagi," ujar Ruhut di Kantor Populi Center, Jalan Letjend S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (6/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruhut menantan PD memecatnya. Dia menegaskan tak akan mundur dari PD.

"Ingat, Demokrat partai aku yang terakhir, jabatan Polhukam sudah aku tinggalkan, kalau bisa DPR aku tinggalkan supaya lebih fokus. Aku bersamaan menjadi kader Demokrat, aku menjadi ketua, dan menang dua kali di pemilu. Jadi apapun itu, Pak SBY guru aku. Aku berterima kasih kepada partai lain, tetapi Demokrat partai aku yang terakhir," ujar Ruhut.

"Aku ingin menjadi Ahok yang ke-2, alias independen. Aku nggak akan mundur, tetapi aku belum dipecat. Tapi aku lihat Pak SBY masih sayang sama aku," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR ini menuturkan dirinya sama sekali belum dihubungi oleh Ketum PD SBY terkait perbedaan pandangannya mendukung Ahok-Djarot. Ruhut yakin dirinya tak akan dipecat. Sebab, pemecatannya akan menguntungkan Ahok-Djarot.

"Aku marah karena beberapa orang lingkungan Pak SBY bilang bahwa karier Agus tidak berkembang di era Jokowi. Aku marah! Itu suudzon! Pak Jokowi itu negarawan sejati," ujarnya menyebut ada intrik di sekitaran orang dekat SBY terkait majunya Agus Harimurti ke Pilgub DKI.

"Aku sudah bilang, kalau aku dipecat, tolong dipikir juga. Bos, pecat Ruhut, Ahok menang. Aku ini semua orang tahu, aku 'anjing' nya SBY dan Demokrat. Kalau nggak senang aku, pecat dan aku tidak sakit hati. Pak SBY sayang aku, banyak visi-misi yang aku jalankan dan berhasil. Karena aku selalu memegang tangan Tuhan," pungkasnya. (tor/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads