"Bangsa itu disebut maju dan besar apabila menguasai ilmu dan teknologi, sehingga bisa menghasilkan inovasi," ujar Zulkifli saat memberikan pidato ilmiah dengan tema 'Teknologi untuk Negeri' di Kampus ITERA, Jl Terusan Ryacudu, Way Hui, Lampung Selatan, Kamis (6/10/2016).
Zulkifli mencontohkan salah satu negara yang telah menerapkan iptek dalam kehidupan sehari-harinya dengan baik adalah Jepang. Hal ini terlihat dari ketersediaan pangan yang cukup untuk masyarakatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berbasis teknologi supaya produksi pangan semakin meningkat," sambungnya.
"Harapan saya, ITERA dapat berperan aktif melakukan riset iptek dan memberikan pemikiran serta solusi atas permasalahan bangsa. Semoga ITERA bisa menghasilkan sumberdaya manusia yang unggul," tutup Zulkifli.
dok. MPR |
Usai menghadiri acara Dies Natalis, Zulkifli berkunjung ke lokasi akan dibangunnya Masjid Raya ITERA. Ketum PAN ini akan meletakkan batu pertama masjid tersebut.
Hadir dalam acara ini antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc., Ph.D, Wakil Gubernur Lampung dan civitas akaedemika ITERA.
"Peran masjid di lingkungan pusat pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain menjadi tempat beribadah mahasiswa, tetapi juga bisa menjadi pusat majelis ilmu, silaturahim dan tempat berdiskusi," ujar Zulkifli dalam sambutannya.
Usai memberikan sambutan, Zulkifli dan Basuki sempat menuju lokasi peletakan batu pertama masjid. "Bismillahirrahmanirahim, semoga pembangunan masjidnya lancar," kata Zulkifli saat meletakkan batu pertama.
Rencananya, Masjid Raya ITERA dapat menjadi masjid terbesar se-Sumatera. Masjid ini diperkirakan bisa menampung 42.000 ribu orang. Letak masjid ini berada di dekat exit Tol Bakauhuni-Palembang. (van/tor)












































dok. MPR