Hal ini disebabkan karena persoalan banjir dan macet di Ibu Kota yang belum terselesaikan hingga sekarang.
Sandi mengaku mendapatkan data tersebut dari RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan di Grogol, Jakarta Barat. Masalah kejiwaan yang dialami masyarakat Jakarta dari tingkat sangat ringan yaitu depresi hingga berat.
"Jakarta ini begitu banyak tekanan, macet, banjir. Tanpa bermaksud menyindir, itu mengakibatkan tekanan pada masyarakat semakin berat sehingga ada efek kejiwaan juga," kata Sandiaga seusai mewakili keluarganya menerima penghargaan dari RS Jiwa Dr. Soeharto Heerjan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat macet dan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat tapi ada proses yang cukup lama. Makanya kita siapkan jiwa masyarakat Jakarta yang siap untuk menghadapi proses yang lama ini," kata Sandi.
Cawagub yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra ini berjanji akan menghadirkan kepemimpinan yang mendengar aspirasi rakyat.
"Kita akan hadirkan kepemimpinan yang lebih peduli dan mendengar aspirasi rakyat. Karena pengalaman saya, mendengar itu menyelesaikan 50 persen masalah," kata Sandi.
"Itu alasan saya mengajak Pak Anies, karena Pak Anies mengerti membangun manusia. Bukan hanya membangun fisik tapi juga jiwa dan mencerdaskan masyarakat Jakarta," lanjutnya.
(erd/erd)











































