Penjelasan Polri Soal 'Uang Pelicin' di Kasus Gantung Diri Kapolsek di Kebumen

Penjelasan Polri Soal 'Uang Pelicin' di Kasus Gantung Diri Kapolsek di Kebumen

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 06 Okt 2016 14:47 WIB
Penjelasan Polri Soal Uang Pelicin di Kasus Gantung Diri Kapolsek di Kebumen
Boy Rafli/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Polisi masih mendalami motif aksi bunuh diri Kapolsek Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman yang gantung diri di ruang kerjanya. Yaitu informasi yang menyebut Nyariman nekat karena terkait utang-piutang.

"Kita mendengar ada informasi seperti itu. Tapi kita perlu mencari kebenaran dulu seperti apakah ada urusan pribadi, keluarga atau utang-piutang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Kompleks PTIK, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016).

Informasi yang beredar menyebut latar belakang aksi nekat itu karena utang sekitar Rp 250 juta kepada anggota Polsek Buayan, Aiptu Sudiman. Anak Aiptu Sudiman mengikuti Secaba Polri dengan fasilitator Ipda Nyariman dengan syarat sejumlah uang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata anak Aiptu Sudiman tidak lolos dan ia menagih uang tersebut. Perundingaan pun terjadi dan Ipda Nyariman berjanji akan mengganti, namun setelah masuk ruangan ternyata tidak kunjung keluar dan sudah ditemukan tewas.

Boy menuturkan, pihaknya membutuhkan waktu untuk memastikan kebenaran informasi itu. Bidang Propam Polda Jawa Tengah masih mendalaminya.

"Kita perlu mendengarkan dari teman-teman sejawatnya, anak-anak buahnya, termasuk juga dari pihak keluarga, agar ada informasi yang akurat," ujarnya.

Selain itu, Boy membantah ada uang pelicin jika ingin masuk kepolisian atau Sekolah Calon Bintara (Secaba). "Tidak ada (uang pelicin). Apabila kedapatan melakukan aksi yang sifatnya suap menyuap, baik yang memberi dan menerima adalah pelanggaran hukum. Jadi upaya-upaya transparansi dalam rekrutmen itu sudah dilakukan," ujarnya.

"Kalau ada informasi laporkan saja, pasti diproses itu," urainya. (idh/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads