"Kita akan melakukan komunikasi dengan negara Filipina. Pihak intelijen juga terus bergerak di Filipina Selatan. Kita bisa mendapatkan hasil yang tidak terlalu lama," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir di Kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2016).
Komunikasi juga dilakukan dengan pihak perusahaan dan jejaring yang dapat membantu percepatan pembebasan kedua orang sandera. Robin Peter dan M Nasir yang disandera merupakan ABK TB Charles dibajak dalam perjalanan dari Philipina Cagayan De Oro Port menuju Samarinda pada 20 Juni 2016.
"Kita harus meyakinkan terus baik oleh pihak perusahaan dengan penyandera. Ibu menteri (Retno Marsudi) juga melakukan pertemuan itu dengan pihak otoritas Filipina," kata Arrmanatha.
Pembebasan para sandera terjadi secara terpisah. Terakhir tiga orang WNI yang disandera yakni Feri Arifin, M Mahbur Dahlan, dan Edi Suryono dibebaskan pada hari Sabtu (1/10).
(fdn/Hbb)











































