Peneliti Populi Center Nona Evita mengatakan bahwa kepuasan warga terhadap Ahok-Djarot ini cenderung turun dari periode
sebelumnya. Pada Februari tahun ini tingkat kepuasan publik terhadap Ahok-Djarot berada di posisi 85,5 persen.
Angka ini kemudian turun pada April 2016 menjadi hanya 81,5 persen dan naik di bulan Juni 2016 menjadi 85,2 persen. Namun
kepuasan itu terus mengalami penurunan hingga kembali ke angka 81,4 persen di bulan September kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
stabil," kata Nona Evita dalam konferensi pers di Kantor Populi Center di Hl Letjend S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (6/9/2016).
Survei dilakukan pada tanggal 25 September - 1 Oktober 2016 dengan sampel 600 responden menggunakan multistage random sampling. Margin of error +/- 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih secara bertingkat, dengan wawancara tatap muka di 120 RT, di 60 kelurahan di 6 wilayah DKI Jakarta di Jakut, Jaksel, Jakpus, Jakbar, Jaktim, dan Kepulauan Seribu. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih, dialokasikan 10 responden dari dua RT.
Hasil survei Populi Center menunjukkan hingga saat ini sebagai Cagub-Cawagub elektabilitas Ahok-Djarot masih yang tertinggi dibanding dua pasangan lainnya.
"Berdasarkan elektabilitas pasangan, jika Pilkada dilakukan hari ini dan pesertanya ada 3 pasangan calon, siapa yang Anda pilih?Hasilnya adalah Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat 45,5 persen, Anies Baswedan - Sandiaga Uno 23,5 persen, Agus Yudhoyono - Sylviana Murni 15,8 persen, belum memutuskan 12,5 persen, dan tidak jawab 2,7 persen," kata Nona. (erd/erd)











































