"Ya intinya adalah Pilkada bagaimanapun juga jangan sampai, tentu setiap Pilkada kan ada perbedaan-perbedaan, ada lebih dari satu pasangan calon yang akan tampil. Sehingga masing-masing calon memiliki visi misinya, memiliki program-programnya tersendiri," kata Lukman usai Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia di Kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2016).
Lukman menjelaskan, pemerintah sangat berharap isu SARA tidak digunakan untuk menjatuhkan lawan politik dalam Pilkada serentak. Apalagi, isu SARA justru berpotensi menimbulkan gesekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Utamakan untuk menilai program-programnya apa yang betul-betul dibutuhkan sesuai yang dengan msalah yang dihadapi daerah itu sendiri," imbuhnya.
Menag mengungkapkan, latar belakang agama dan suku memang mau tak mau akan mempengaruhi pilihan rakyat. Namun, alangkah lebih baiknya bila pemilih lebih menitikberatkan pada program yang ditawarkan.
"Menurut saya yang perlu kita kedepankan karena juga kita juga tidak bisa menutup masyarakat untuk memiliki preferensi untuk pilihan-pilihan itu, tapi juga berdasarkan faktor-faktor, misalkan agama menjadi salah satu faktor, lalu etnis, dan sebagainya. Itu suatu yang lazim, tapi kita semua mengajak program itu menjadi sesuatu yang penting untuk menjadi dasar kita menentukan menggunakan hak pilih kita," tegas Lukman.
(Hbb/fdn)











































