Eks Perekrut Pengikut Bicara Keanehan dan Kemampuan Tak Masuk Akal Dimas Kanjeng

Eks Perekrut Pengikut Bicara Keanehan dan Kemampuan Tak Masuk Akal Dimas Kanjeng

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 05 Okt 2016 18:24 WIB
Eks Perekrut Pengikut Bicara Keanehan dan Kemampuan Tak Masuk Akal Dimas Kanjeng
Fauzi Ahmad, mantan koordinator pengepul mahar Dimas Kanjeng (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Fauzi Ahmad (45), mantan koordinator sekaligus perekrut calon pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, buka suara.

Ditemui di kediamannya Kampung Cangklek, Kecamatan Cianjur, Kabupaten, Cianjur Rabu (5/9/2016), Fauzi mengaku bergabung dengan padepokan Dimas Kanjeng pada tahun 2013. Berbagai keanehan dialami Fauzi termasuk saat Dimas Kanjeng mengeluarkan uang dari badannya.

"Memang tidak masuk akal dan di luar nalar, tapi itu memang terjadi dia (Dimas Kanjeng) mengeluarkan uang berlipat-lipat uang dari badannya semua kemampuannya itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Malah saya sendiri pernah melihat peti berisi emas turun dari langit sendiri," beber Fauzi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar satu tahun aktif di padepokan Dimas Kanjeng, Fauzi berhasil mengumpulkan sebanyak 18 warga Cianjur untuk menjadi pengikut atau santri Dimas Kanjeng. Semua rekrutannya menyetorkan uang sebesar Rp 2,5 juta yang kemudian diserahkan ke padepokan.

"Dimas Kanjeng sendiri yang menerima, tapi itu cuma bertahan satu tahun tak lama setelah itu saya memilih untuk mengundurkan diri," sambung Fauzi.

Foto: Syahdan Alamsyah/detikcomFoto: Syahdan Alamsyah/detikcom

Keputusan mengundurkan diri dari padepokan Dimas Kanjeng diambil Fauzi setelah dia menjalankan salat Istikharah dan meminta saran dari sejumlah alim ulama.

"Saya minta petunjuk kepada Allah, akhirnya saya putuskan untuk mundur. Semua uang saya kembalikan ke mereka yang sempat saya rekrut sama sekali tak ada yang dirugikan dalam hal itu," lanjutnya lagi.

Hingga saat ini, Fauzi mengaku masih menaruh hormat kepada Dimas Kanjeng karena selama menjadi pengikutnya belum pernah merasa dirugikan.

"Ketika saya mundur saya malah diberi uang Rp 7 juta oleh beliau untuk saya pulang," tandas Fauzi.


(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads