"Presiden dalam ratas lalu dan paripurna menanyakan kepada menteri-menteri apakah akan ada yang berkampanye. Tapi pada waktu itu tidak ada yang berkampanye dan memang menteri diminta oleh Presiden untuk konsentrasi pada tugasnya," kata Pramono di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).
Pekerjaan menteri tidak mudah dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Sehingga tidak mungkin untuk disambi kampanye.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian menteri merupakan kader partai, meski nonaktif dari kepengurusan. Sementara itu, partai politik juga berlomba-lomba dalam memenangkan kontestasi politik di daerah.
"Tidak ada yang berkampanye. Kepala lembaga? Siapa pun berlaku," kata Pramono.
(bpn/tor)











































