Cerita Kades soal Kolam Renang di Rumah Megah 'Sultan' Dodi

Sultan Penyimpan Mahar

Cerita Kades soal Kolam Renang di Rumah Megah 'Sultan' Dodi

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 05 Okt 2016 15:56 WIB
Cerita Kades soal Kolam Renang di Rumah Megah Sultan Dodi
Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Rumah megah Dodi Wahyudi (40), 'sultan' penyimpan mahar pengikut Dimas Kanjeng, kosong melompong sejak Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap polisi terkait kasus pembunuhan dan penipuan. Tak banyak yang tahu soal isi dan properti rumah.

Rumah Dodi berada di Dusun Pajejeran, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Lantai 1 bercat hijau, sedangkan lantai 2 dan lantai 3 berwarna cerah. Rumah berpagar besi warna hitam dilengkapi pintu kayu berukir indah.

Foto: Muhajir Arifin/detikcomFoto: Muhajir Arifin/detikcom

Kepala Desa Gunung Gangsir, Dewi Noer Alifah, mengaku beberapa kali datang ke rumah Dodi. Terdapat kolam renang di lantai 3 rumah megah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pernah beberapa kali ke rumahnya dan sempat ditawari untuk melihat kolam renang miliknya yang berada di lantai atas," kata Dewi, Rabu (5/10/2016).

Meski demikian, Dewi mengaku tak mengenal dekat Dodi. Dia juga tak mengetahui keterlibatan Dodi dengan kasus yang membelit Dimas Kanjeng.

Foto: Muhajir Arifin/detikcomFoto: Muhajir Arifin/detikcom

"Soal itu (kasus Dimas Kanjeng) saya tak tahu sama sekali. Warga Gunung Gangsir tak ada yang melapor, tak ada yang mengadukan penipuan," ungkap Dewi.

Keberadaan Dodi dan keluarganya tak diketahui hingga saat ini. Dia dianggap sosok penting di balik pengumpulan dana pengikut. Dimas Kanjeng menyebut uang yang dikumpulkan berkisar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.


(fat/try)


Berita Terkait