Polisi: Tersangka Akses 'Videotron Porno' dengan Retas IP Address Operator

ADVERTISEMENT

Polisi: Tersangka Akses 'Videotron Porno' dengan Retas IP Address Operator

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 05 Okt 2016 15:50 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Samudera Al Hakim Ralial (24) mengakses secara ilegal videotron di Prapanca, Jaksel dan menggunakannya untuk menayangkan film porno. Polisi menyebut tersangka mendapatkan username dan password tersebut dengan meretas IP Address akun operator.

"Dia masuk dari IP address yang ada. Darimana dia tahu IP address PT Transito? Itu yang masih kami dalami. Kita ingin tahu bagaimana dia masuk dengan mudah," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Gomgom Pasaribu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Roberto mengatakan, pengakuan tersangka mendapatkan username dan password operator setelah melihat tampilan pada layar videotron di lokasi, pada Jumat (30/9) lalu. Namun dari hasil pemeriksaan digital forensik, PT Transito Adiman Jati selaku operator tidak pernah menampilkan username dan password tersebut pada layar videotron.

"Masih kami dalami (dari mana username dan password tersebut didapat-red), tapi enggak pernah ada seperti itu. Kalau itu dilakukan sama saja membuka baju sendiri. Itu kan hal yang bersifat rahasia," ungkap Roberto.

Tersangka sendiri mengakses secara ilegal videotron tersebut dengan menggunakan aplikasi Team Viewer. Saat ini, polisi masih mendalami dari mana tersangka bisa mengetahui operator juga menggunakan aplikasi yang sama untuk tayangan pada videotron tersebut.

"(Operator menggunakan) aplikasi team viewer. Jadi aplikasi itu dipergunakan untuk memutar daripada konten advertising itu. Kemudian pelaku menggunduh aplikasi team viewer itu di laptopnya, kemudia dia me-login dengan memasukan id dan passwordnya," paparnya.

"Dari pengakuannya, dengan alat bukti kita belum nyambung. Yang jelas dia melakukan illegal accsess," lanjut Roberto.

Roberto melanjutkan, pada saat terjadinya peretasan IP Address tersebut, pihak advertising tidak mengetahuinya. "Perusahaan tidak tahu. Ada suatu proses yang kita sebut hacking, jika sudah masuk, proses pengendali ada di tangan tersangka. Jadi admin dari Transito itu pun tidak bisa masuk," tambahnya.

"(Proses peretasan) hitungannya per detik langsung bisa masuk. Begitu terkonek, compromise langsung bisa masuk, itu diambil alih pengendalinya. Sehingga dia memutar video porno tersebut secara otomatis akan tayang di videotron di Prapanca situ," sambungnya.

Lebih lanjut, Roberto memaparkan, dari hasil digital forensik terhadap CPU PT Transito Adiman Jati, perangkat mereka bersih dari serangan spam. Roberto memastikan, tersangka mengakses videotron tersebut dengan meretas IP Address administrator.

"Oh bersih, jadi mereka hanya untuk memutar iklannya. Tetapi dari hasil forensik kami temukan ada yang masuk, IP adress yang dipergunakan oleh orang lain. Itu setelah kita melakukan penyelidikan di lapangan ternyata dilakukan oleh tersangka," paparnya.

"Ilegal akses itu langsung masuk ke komputer Transito, tidak ada spam. Spam itu hanya untuk dapatkan username dan password," tuturnya. (mei/fdn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT