Plus Minus dan Peta Kekuatan Ahok vs Para Penantang

Survei Median

Plus Minus dan Peta Kekuatan Ahok vs Para Penantang

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 05 Okt 2016 13:40 WIB
Plus Minus dan Peta Kekuatan Ahok vs Para Penantang
Foto: Tim Infografis detikcom
Jakarta - Media Survei Nasional (Median) mengukur plus minus cagub dan cawagub DKI Jakarta. Seperti apa pemetaannya?

Dari segi karakter, tiga hal yakni ketegasan dan bukti kinerja merupakan kualitas karakter Ahok yang disukai publik. Namun 20% responden menilai Ahok arogan, 20% menilai Ahok emosional dan 12% responden menilai Ahok tidak peka terhadap rakyat kecil.

Sementara itu Djarot dianggap sebagai sosok yang bisa menutupi kelemahan Ahok seperti kalem, tidak temperamen, dan lebih sabar. Hanya saja publik masih menganggap Djarot sebagai sosok yang jarang terlihat di lapangan dan tidak terlihat kinerjanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ahok-Djarot dipilih karena kinerjanya bagus (48,3%), berani dan tegas (52,9%), program KJP dan KJS (100%), berpengalaman (60%), paham administrasi (80%), dan bertanggungjawa (50%). Sementara dua pesaing lain dipilih karena daya tarik faktor personal," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam paparan hasil survei di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).

Survei ini dilakukan untuk mengetahui peta kompetisi antar kandidat pasca pendaftaran cagub dan cawagub DKI Jakarta. Populasi survei adalah seluruh warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih. Survei melibatkan 500 responden dengan margin of error +/- 4,4% pada tingkat Kepercayaan 95%. Sampel survei ini dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan gender. Pengambilan data dilakukan pada periode 26 September-1 Oktober 2016.

Anies Baswedan dianggap sebagai sosol yang ramah dan santun oleh 13,6% responden. 10% responden menilai Anies sebagai sosok yang cerdas. Namun publik belum paham dengan visi yang dibawa oleh Anies. Sedangkan Sandiaga Uno dianggap sebagai pengusaha yang sukses dan layak memimpin DKI. Namun minimnya pengalaman di politik dinilai jadi penghalang.

"Berwibawa, tegas, dan wajah menarik dianggap sebagai daya tarik Agus Yudhoyono sementara kurangnya pengalaman dan keputusan keluar dari militer serta usai yang masih muda dinilai jadi titik yang kurang disukai publik," kata Rico.

"Latar belakang Sylviana Murni sebagai birokrat disukai oleh publik," sambungnya.

Dari segi peta kekuatan, Ahok-Djarot diprediksi bakal unggul di Jakarta Barat, Pusat, dan Timur. Sementara Anies-Sandi unggul di Jakarta Selatan dan Utara. Agus Harimurti unggul di pemilih pemula, Anies Baswedan di pemilih usia 20-29 tahun, sementara Ahok unggul di pemilih usia di atas 30 tahun. Ahok unggul di kalangan pemilih non muslim, sementara Anies unggul telak di kalangan pemilih akademisi. Ahok-Djarot unggul di segmen suku Jawa, Thionghoa batak, sementara Anies di segmen betawi, dan Agus unggul tipis di Sunda.

(van/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads