Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, tahun ini peringatan HUT TNI dipilih konsep sederhana dan tidak terpusat. Hal ini dimaksudkan mendekatkan diri pada masyarakat. Maka digelar serangkaian kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Peringatan HUT TNI dilakukan dengan sederhana, kegiatan yang menyentuh rakyat. Ada pengobatan katarak, bedah rumah, lomba baca puisi, perayaan budaya masyarakat setempat, di Surabaya 'ngopi' bareng, nonton wayang, drama kolosal, dan lainya," kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2016).
Ia menambahkan, keputusan ini diambil juga atas didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia yang sedang dipulihkan. Sehingga ia merasa tidak pantas jika menggelar upacara peringatan secara besar-besaran. Ide ini, lanjut Gatot, datang dari TNI dan sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
Terkait soal tiadanya parade atraksi defile dan alutsista, Gatot mengatakan hal itu tidak dilakukan karena belum ada alutsista baru yang dipunyai TNI. Alutsista tersebut baru akan datang tahun depan.
"Selain itu, alutsista yang akan kita pakai untuk demonstrasi masih seperti tahun kemarin. Jadi pada 5 Oktober 2017, sudah mulai berdatangan. Karena upacara parade defile dan demonstrasi atraktif alutsista itu pada hakikatnya adalah laporan TNI kepada rakyat. Jadi kalau sama dengan yang tahun lalu, buat apa?" ujarnya.
Gatot mengapresiasi keputusan Presiden dan DPR yang mendukung modernisasi alutsista TNI. Menurutnya, tiadanya parade atraksi alutsista tidak mengurangi rasa khidmat dalam pelaksanaan peringatan.
Gatot juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang masih memberikan kepercayaan, kebersamaan dan penghormatan tinggi kepada TNI.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan prajurit yang masih di luar nilai kepatutan. Gatot berjanji akan menindak tegas kepada anggota yang berlaku merugikan dan menyakiti masyarakat.
"Saya berjanji akan memperbaiki dan menindak tegas prajurit saya yang melaksanakan tindakan di luar kepatutan yang merugikan bahkan menyakiti masyarakat," kata Gatot.
Tak lupa, Gatot pun menyampaikan rasa bangga kepada para prajurit yang terus berjuang menjaga kedaulatan NKRI.
"Saya komitemen saya lebih membela prajurit saya 400 ribu lebih yang telah berjuang mati-matian membela nama baik TNI, daripada saya membela prajurit yang tidak pantas. Kepada seluruh prajurit di manapun berada, Saya bangga, lanjutkan perjuangan untuk NKRI," tutupnya. (jbr/rvk)











































