DetikNews
Rabu 05 Oct 2016, 12:15 WIB

Pimpinan KPK Rutin Pantau Sidang La Nyalla

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Pimpinan KPK Rutin Pantau Sidang La Nyalla Laode M. Syarif (Foto: Dikhy Sasra/detikFoto)
Jakarta - Pimpinan KPK secara bergantian memantau langsung sidang korupsi dana hibah Pemprov Jatim dengan terdakwa mantan Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti. Setelah pada persidangan sebelumnya Saut Situmorang yang memantau sidang La Nyalla, kini giliran Laode M Syarif.

Laode baru tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016) saat persidangan sudah dimulai. Dia langsung masuk ke ruang sidang dan langsung memperhatikan jalannya persidangan yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi.

Laode M Syarif memantau sidang La Nyalla (Ikhwanul Habibi/detikcom)Laode M Syarif memantau sidang La Nyalla (Ikhwanul Habibi/detikcom)

"Kan itu sebagai bentuk koordinasi dan supervisi dengan Kejaksaan Agung. Setiap kasus korupsi kan kalau disempatkan diperhatikan oleh KPK, sejak dari penyelidikan dan penyidikan kasus ini, Kejaksaan Agung meminta bantuan KPK untuk apa namanya, mulai dari penyidikan. Saya pikir cuma sampai situ aja, tapi Kejagung juga minta tim koordinasi dan supervisi KPK melihat dalam rangka penuntutan kasus ini," kata Laode.

Menurut Laode, dalam setiap persidangan La Nyalla, pasti ada tim dari KPK, baik itu penyidik maupun jaksa penuntut. Tim dari KPK memang ditugaskan untuk memantau jalannya sidang yang menurut Laode merupakan salah satu kasus yang unik ini.

"Makanya ada staf KPK yang hadir di situ, termasuk kami pimpinan ingin melihat supaya hubungan kejaksaan dengan KPK menjadi lebih baik ke depan," jelasnya.

"Kami anggap kasus ini memiliki kekhasan yang lain, karena waktu itu di Jawa Timur sudah praperadilan dan masuk, dan menurut kejaksaan, untuk minta dokumen agak susah di Jatim, maka KPK ingin membantu teman-teman kejaksaan," imbuh Laode.

Sementara itu, hari ini ada tiga saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Tiga saksi itu berasal dari Bank Jatim, yakni Sri Bondan (Penyelia Bank Jatim), Ella Alexandria Sukmawati (Marketing Bank Jatim), Tri Udjiarti (eks Dirut Bank Jatim).

Dalam kesaksiannya, Sri Bondan mengungkapkan proses dari La Nyalla membuka rekening di Bank Jatim, mengalihkan uang dari rekening Kadin ke rekening pribadinya, hingga proses pembelian IPO Bank Jatim.

"Memang ada permintaan dari orang kepercayaan Pak La Nyalla, namanya Diar untuk memindahbukukan rekening dari Kadin ke rekening pribadi Pak La Nyalla," ucap Sri Bonda.

Jumlah uang yang dipindahbukukan adalah Rp 5,3 miliar. Uang itu lah yang kemudian digunakan La Nyalla untuk membeli IPO Bank Jatim.

"Pendebetan ke rekening pribadi Pak La Nyalla dilakukan menggunaan bilyet giro senilai Rp 5,3 miliar. Selanjutnya pembelian IPO Bank Jatim dilakukan melalui Mandiri Seccuritas," ungkap Sri Bondan.

Pemindahan uang itu dilakukan pada 6 Juli 2012 di Bank Jatim Cabang Utama Surabaya. Rekening khusus untuk menyimpan dana hibah Kadin Jatim bernomor 0011227295, sedangkan rekening atas nama pribadi La Nyalla Mattalitti bernomor 001732379.

Selanjutnya uang yang telah masuk ke rekening pribadi La Nyalla digunakan untuk membeli 12.320.500 lembar saham perdana Bank Jatim. Pada 2 April 2013, La Nyalla menjual saham Bank Jatim yang dimilikinya sebanyak 8.500.000 lembar dengan harga Rp 510 per lembar saham dengan nilai total Rp 4,3 miliar.

Lalu, pada 23 Februari 2015, La Nyala kembali menjual saham perdana itu sebanyak tiga kali. Pertama, sebanyak 124.500 lembar saham dengan nilai total Rp 68.475.000. Kemudian, 375.500 lembar saham dengan nilai total Rp 204.647.500 dan sebanyak 3.340.500 lembar saham dengan nilai total Rp 1.803.870.000,.

Dari hasil penjualan itu, La Nyalla mendapatkan yang sebanyak Rp 6,4 miliar. Dari situ, ditemukan selisih Rp 1,1 miliar yang diduga masuk ke kantor pribadi La Nyalla.
(Hbb/hri)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed