"Intinya masih mirip cuma kita lebih pertajam sampai program jelas. Saya ingin setiap visi bisa terukur. Bagaimana mengukur visi itu salah satunya dari indeks pembangunan manusia. Kalau kota modern, tidak ada lagi rumah kumuh tapi orang-orangnya manusiawi," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).
Dalam salah satu misi Ahok-Djarot, yakni poin manusiawi, disebutkan bahwa mereka akan menjamin terpenuhinya jaminan kesehatan, pendidikan, hunian yang layak, bahan pangan terjangkau, transportasi publik yang ekonomis dan lapangan pekerjaan serta usaha bagi warga DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menyebut, visi dan misi yang ia paparkan bisa dijadikan sumber pedoman maupun inspirasi. Sebab, dengan percaya diri Ahok mengatakan visi dan misinya untuk kembali menduduki kursi DKI 1 telah terukur.
"Kelihatan ini. Jadi semua jelas dengan angka. Jadi saya kira orang bisa nyonteklah visi, misi, program kami yang terukur. Misalnya pendidikan, harus jelas, yang putus sekolah tingkat SMA harus tetap dibawah 0,5 persen. Kalau Anda bandingkan Yogyakarta, 13 persen loh. Jakarta hanya 0,4. Model ini yang mau kita lakukan," kata Ahok.
Visi misi Ahok-Djarot bisa Anda baca di sini. Sedangkan visi misi Jokowi-Ahok pada Pilgub DKI 2012 lalu bisa Anda baca di sini. (nkn/tor)










































