Dirut Bulog Ditelepon Irman Gusman, Harga Gula di Sumbar Langsung Turun

Dirut Bulog Ditelepon Irman Gusman, Harga Gula di Sumbar Langsung Turun

Dhani Irawan - detikNews
Rabu, 05 Okt 2016 11:01 WIB
Dirut Bulog Ditelepon Irman Gusman, Harga Gula di Sumbar Langsung Turun
Irman Gusman/ Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Penyidik KPK kembali menggali keterangan Irman Gusman terkait kasus suap distribusi kuota gula impor di Sumatera Barat (Sumbar). Irman mengaku menelepon Dirut Bulog Djarot Kusumayakti karena harga gula di Sumbar menurutnya terlalu tinggi.

"Seperti yang saya katakan bahwa saya menelpon Bulog karena ada krisis gula di Sumbar, kewajiban saya sebagai wakil rakyat Sumbar untuk menelpon. Kewajiban itu," kata Irman di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2016).

"Oleh karena itu Bulog melakukan operasi pasar. Itu alokasi seluruh Indonesia. Makanya harganya turun dari Rp 16 ribu jadi Rp 14 ribu," sambung Irman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irman pun mengaku menyebut nama Memi selaku mitranya. Memi merupakan istri dari Xaveriandy Sutanto, distributor kuota gula yang menyuap Irman.

"Bukan hanya Memi. Dia tanya siapa mitranya. Itu kan kewenangannya di Bulog. Yang saya kenal ya Memi," sebut Irman.

Sebelumnya, Irman mengaku berinisiatif menghubungi Dirut Bulog terkait dengan distribusi kuota gula impor di Sumbar. Dia menganggap tindakannya itu sebagai wujud tugasnya menyampaikan aspirasi. Namun dia membantah adanya kongkalikong dengan Xaveriandy Sutanto yang nantinya sebagai distributor gula impor itu di Sumbar.

Pada Kamis, 29 September lalu, Djarot mengaku ditelepon Irman dan membicarakan soal harga gula yang mahal di Sumbar. Djarot pun lalu mengirim 1.000 ton gula ke Sumbar, tetapi membantah bahwa alokasi itu merupakan kuota untuk DKI Jakarta yang disangkakan KPK. Menurut Djarot, gula yang didistribusikan itu merupakan jatah untuk seluruh wilayah Indonesia.

Namun berdasarkan hasil sadapan KPK, Irman diketahui mengontak petinggi Bulog dengan maksud agar kuota gula impor 3.000 ton untuk Jakarta dialihkan ke Sumbar. Dalam percapakan itu, Irman langsung menyebut nama Xaveriandy sebagai pihak yang bisa dipercaya untuk menyalurkan gula impor di Sumbar.

Irman yang merupakan Ketua DPD RI telah diberhentikan dari jabatannya itu lantaran terjerat operasi tangkap tangan KPK pada Sabtu, 17 September lalu. Dia ditangkap lantaran menerima uang haram sebesar Rp 100 juta dari Xaveriandy.

Uang itu diberikan dengan maksud agar Irman bisa menggunakan pengaruhnya dalam distribusi gula impor di Sumbar. Xaveriandy merupakan Direktur CV Semesta Berjaya yang mendapatkan kuota gula impor dari Bulog di tahun 2016.

Baik Irman maupun Xaveriandy telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain itu, istri Xaveriandy bernama Memi juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya telah ditahan KPK. (dhn/rvk)


Berita Terkait