Ruhut memang tengah diproses Komisi Pengawas (Komwas) karena sikapnya berbeda dengan partai. Sebab dia secara terbuka menyatakan mendukung Ahok-Djarot dan bukannya pasangan yang diusung PD, Agus Harimurti-Sylviana Murni.
Belakangan Ruhut menyatakan ingin menjadi relawan kampanye pasangan petahana itu. Ia pun lalu dimasukkan sebagai jubir tim pemenangan Ahok-Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Instruksi yang dimaksud adalah untuk memenangkan pasangan calon kepada daerah yang diusung PD. Imelda menyebut soal etika politik yang harus dilakukan setiap kader partai.
"Secara etika tentu kami hormati hak politik saudara Ruhut untuk menjadi timses Ahok apalagi menjadi juru bicara pasangan calon lain," ucapnya.
Meski begitu, Ruhut tetap diproses secara kode etik sesuai AD/ART dan mekanisme partai. Masalah terkait anggota Komisi III DPR itu sedang digodok Komwas. Ruhut sempat mangkir dari panggilan partai terkait hal ini.
"Sebelumnya sudah ada panggilan kepada Saudara Ruhut dari Komwas namun belum dipenuhi. Dalam satu atau dua hari ini rekomendasi dari Komwas akan diberikan kepada Pimpinan Parpol," jelas Imelda.
Sejumlah kader PD menyerukan agar Ruhut dipecat dari partai. "Kita tunggu saja. Urusan yang lebih penting bagi kami ada 101 pilkada yang saat ini harus kami fokuskan agar target kemenangan 35% bisa kami capai," tutup Imelda. (ear/tor)










































