"Capaian itu adalah permulaan yang tidak jelek bagi pasangan calon yang baru diintroduksi kepada publik sekitar 10 hari," kata Sekjen PPP Arsul Sani saat dihubungi, Rabu (5/10/2016).
Dalam 10 hari ini, pasangan Agus-Sylvi termasuk lebih 'senyap' dibanding pesaingnya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Oleh sebab itu, pencapaian elektabilitas ini dinilai sudah cukup baik untuk sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Elektabilitas 19,3 Persen di Survei LSI Denny JA, Sylviana: Kita Sujud Syukur
Agus-Sylvi dan dua pesaingnya bahkan saat ini belum resmi ditetapkan sebagai calon. Partai pengusung yakin elektabilitasnya makin meroket mendekati pencoblosan nantinya.
"PPP yakin jika pasangan calon ini sudah speak out kepada publik tentang gagasan dan program-program yang akan mereka tawarkan kepada masyarakat maka diyakini akan meningkatkan capaian prosentase survey mereka," ujar Arsul.
Dari hasil survei LSI, 3 pasangan kandidat, pasangan Ahok-Djarot memuncaki peringkat dengan elektabilitas 31,4 persen. Peringkat kedua diisi oleh Anies-Sandiaga dengan elektabilitas 21,1 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Agus-Sylviana dengan elektabilitas 19,3 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2 persen.
"Dari pemilih belum tetap masih ada 28,2 persen. Jika kita distribusikan ke ketiga calon, tidak mencapai 50 persen. Siapapun calon yang ada saat ini berpotensi dua putaran," ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby dalam konferensi pers hasil temuan dan analisis survei nasional Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA 'Ahok Potensial Kalah?' di Graha Dua Rajawali β Lingkaran Survei Indonesia, Jl Pemuda No 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, (4/10/2016). (imk/tor)











































