Upacara dimulai pukul 08.10 WIB dan dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi selaku Inspektur Upacara serta diikuti seluruh prajurit Koarmabar.
Upacara diawali dengan penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia berupa tanda bintang Jalasena Nararya kepada 2 prajurit yang memiliki kemampuan dan kebijaksanaan luar biasa untuk kemajuan militer tanpa merugikan tugas pokoknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HUT ke 71 TNI di Koarmabar (Foto: Noval/detikcom) |
Laksamana Ade Supandi mengatakan bahwa perayaan HUT TNI yang kali ini dilakukan per daerah akan diisi dengan kegiatan antara lain pertunjukan seni, cipta lagu dan operasi katarak bagi masyarakat.
"Tema yang diusung dalam HUT TNI kali ini 'Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian', makna yang terkandung adalah TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang berama rakyat di tengah arus globalisasi yang dinamis," kata Ade.
Dalam amanatnya Ade menyebutkan bahwa salah satu keberhasilan TNI adalah dalam operasi Tinombala dalam menumpas aksi terorisme beberapa waktu lalu.
Dia juga menekankan untuk terus memfokuskan kekuatan TNI di pembangunan pulau terluar seperti Natuna, Selaru, Morotai, Biak dan Kabupaten Merauke. Sebelum menutup upacara, Ade menugaskan jajarannya untuk bisa bersikap netral selama masa pilkada.
"Saya perintahkan untuk semua prajurit wajib mengedepankan netralitas TNI dalam tahapan pilkada dan wajib mewaspadai setiap perkembangan situasi di lingkungan dan melaksanakan temu cepat dan tindak cepat dalam menemukan indikasi adanya pihak yang menghambat, mengganggu dan menggagalkan pilkada," tutup Laksamana Ade.
(imk/imk)












































HUT ke 71 TNI di Koarmabar (Foto: Noval/detikcom)