LSI Denny JA: Agus Yudhoyono Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilgub DKI

Panasnya Pilgub DKI

LSI Denny JA: Agus Yudhoyono Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilgub DKI

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 19:44 WIB
LSI Denny JA: Agus Yudhoyono Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilgub DKI
Agus Yudhoyono (Foto: Hasan Alhabsy)
Jakarta - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Denny JA menunjukkan bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat masih unggul. Meski begitu, wajah baru yaitu Agus Yudhoyono-Sylviana Murni bisa jadi kuda hitam.

"Agus potensial menjadi kuda hitam karena belum lama menjadi politisi sipil namun dukungan atasnya sudah meroket. Agus memiliki efek wow," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers hasil temuan dan analisis survei nasional Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA 'Ahok Potensial Kalah?' di Graha Dua Rajawali – Lingkaran Survei Indonesia, Jl Pemuda No 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, (4/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan sampel 440 responden yang tersebar di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu pada 28 September-2 Oktober 2016. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Margin of error plus minus 4,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Survei dilakukan dengan biaya sendiri, dan dilengkapi dengan kualitatif riset seperti FGD (Focus Group Discussion), analisis media, dan wawancara mendalam.

Dari hasil survei 3 pasangan kandidat, pasangan Ahok-Djarot memuncaki peringkat dengan elektabilitas 31,4 persen. Peringkat kedua diisi oleh Anies-Sandiaga dengan elektabilitas 21,1 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Agus-Sylviana dengan elektabilitas 19,3 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2 persen.

"Di posisi 2 dan 3, pasangan Anies Baswedan dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono bersaing ketat. Keduanya berada di posisi kedua karena selisih margin of error saja," jelasnya.

Di segmen gender, Ahok-Djarot dipilih pemilih laki-laki sebanyak 26,4 persen dan pemilih perempuan 36,4 persen. Sementara itu, pasangan Anies-Sandiaga mendapat suara dari pemilih laki-laki sebanyak 20,9 persen dan pemilih perempuan 21,4 persen. Pasangan Agus-Sylvi memperoleh suara dari pemilih laki-laki sebanyak 19,5 persen dan pemilih perempuan 19,1 persen.

LSI juga membandingkan 3 pasangan dari segmen agama. Pasangan Ahok-Djarot dipilih pemilih muslim (beragama Islam) sebesar 27,7 persen, dan pemilih non-muslim (agama Kristen, Protestan, Budha, Hindu) sebesar 83,3 persen. Sedangkan, pasangan Anies-Sandiaga dipilih pemilih muslim sebesar 22,8 persen dan pemilih non-muslim hanya memperoleh angka di bawah 5 persen. Berikutnya, pasangan Agus-Sylviana dipilih pemilih muslim sebesar 20,6 persen dan suara dari pemilih non-muslim hanya di bawah 5 persen.

Berdasarkan pendidikan, pasangan Anies-Sandiaga menang di segmen pemilih dengan latar belakang berpendidikan pernah kuliah atau di atasnya, dengan memperoleh presentase sebesar 31,2 persen, dibandingkan dengan pasangan Ahok-Djarot yang hanya memperoleh 26,0 persen dan disusul pasangan Agus-Sylviana sebesar 19,5 persen.

Di segmen pendapatan, pasangan Agus-Sylviana menang dengan memperoleh dukungan di segmen pemilih wong cilik atau pemilih berpendapatan rendah (di bawah Rp 999 ribu) sebanyak 21,9 persen. Sedangkan di segmen yang sama pasangan Ahok-Djarot hanya memperoleh dukungan sebesar 18,8 persen dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh sebesar 15,6 persen.

Perbandingan 3 pasangan di segmen pemilih berdasarkan usia, pasangan Agus-Sylviana unggul di segmen pemilih berusia muda (19 tahun atau di bawahnya) sebesar 33,8 persen. Dibandingkan dengan pasangan Anies-Sandiaga yang hanya memperoleh sebesar 30,8 persen, dan pasangan Ahok-Djarot memperoleh sebesar 27,8 persen.


(imk/tor)


Berita Terkait