"Saya bertanya, Apa kamu (Mutmainah) ada rasa penyesalan? Ga ada karena yang saya potong boneka. Tapi kenapa dia (anaknya) mati," kata Wahidin kepada wartawan, di kediamannya di Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa, (4/10/2016).
Dari keterangan yang disampaikan Mutmainah kepada Wahidin, Mutmainah membunuh anak kandungmya saat pagi hari.
"Pas dia duduk (di RS Kramat Jati) saya tanya. Kapan kamu melakukan itu? Dia jawab pagi. Tapi ga tau jam berapa. Itu (cerita) setelah suntik bius," jelas Wahidin.
Mutmainah memutilasi dengan menggunakan pisau dapur. Sebelum melakukan mutilasi, Mutmainah mengasah pisau dengan cobek agar tajam. Tindakannya dilakukan agar salah satu kakaknya yang bisu bisa bicara kembali.
"Untuk mengobati kakak yang bisu ada lima yang dipotong, kuping, lidah kemaluan dan jari kaki. Lidahnya harus ditindik," kata Wahidin.
Mutmainah diketahui memutilasi anaknya, Arjuna (1) pada Minggu malam, (2/10/2016). Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan psikologi Mutmainah di RS Polri, Kramat Jati. Hasil psikologi belum diketahui sampai saat ini.
(Hbb/Hbb)











































