127 Perangkat Desa di Banyuwangi Dikuliahkan, Harapannya Pelayanan Meningkat

127 Perangkat Desa di Banyuwangi Dikuliahkan, Harapannya Pelayanan Meningkat

Kartika S Tarigan - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 15:29 WIB
127 Perangkat Desa di Banyuwangi Dikuliahkan, Harapannya Pelayanan Meningkat
Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom
Banyuwangi - Sebanyak 127 perangkat desa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat beasiswa untuk kuliah. Perkuliahan itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di setiap desa.

Para perangkat desa, yang belum pernah kuliah, akan menjalani masa studi selama empat tahun di Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi. Mereka nantinya akan mendapat gelar Sarjana Sosial (S.Sos).

"Mereka akan ada di Fakultas dakwah prodi pengembangan masyarakat Islam. Akan menjalani 148 SKS," kata Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru IAI Ibrahimy, Emi Hidayati saat perkuliahan perdana di Banyuwangi, Selasa (4/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Kartika ST/detikcomFoto: Kartika ST/detikcom

Para aparat desa yang terdiri dari berbagai usia ini dibiayai oleh desa masing-masing selama masa studi. Biaya perkuliahan sebesar Rp 10 juta hingga lulus dibebankan kepada anggaran desa yakni anggaran untuk memperkuat aparatur desa.

"Nanti mereka belajar ilmu pemerintahan desa, itu sekitar 40 persen. Mulai dari sejarah desa, psikologi komunikasi, tata kelola pemerintahan, manajemen masyarakat, strategi perencanaan, strategi pembangunan, dan sebagainya," ujar Emi.

Jadwal perkuliahan, kata Emi, sudah disepakati dan diatur sehingga tidak mengganggu jam bekerja para peserta didik yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Hari perkuliahannya sudah disepakati Kamis, Jumat dan Sabtu. Sistem kuliah, sistem SKS penuh jadi kalau IP-nya tinggi, bisa ambil SKS maksimal," imbuh Emi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas hadir dan memberikan sambutan pada perkuliahan perdana ini. Pria yang akrab disapa Anas itu, berharap tujuan dari pemberian beasiswa kepada perangkat desa ini dapat dicapai.

Foto: Kartika ST/detikcomFoto: Kartika ST/detikcom

Anas mencontohkan saat dirinya terlibat dalam sebuah acara dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil yang kala itu memamerkan Smart City. Tidak mau kalah, Anas pun menyebut Banyuwangi punya hal yang juga baik.

"Kalau di sini kita punya smart kampung. Jadi perangkat kampung juga harus cerdas. Termasuk dengan kuliah seperti ini," kata Anas dalam sambutannya.

Pemkab Banyuwangi dalam hal ini juga menggandeng Institute for Research and Empowerment (IRE). IRE akan menjadi penyedia modul bahan perkuliahan.

"Mensinergikan dengan pemerintah, LSM pendamping (IRE). Sekolah desa menurut saya keren, modulnya dengan sistem praktik langsung," tandas Anas. (kst/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads