Meski demikian, Ruhut tidak menyatakan dirinya mundur sebagai kader Partai Demokrat.
"Saya mundur sebagai Menkopolhukam Partai Demokrat. Sebagai kader tidak karena Demokrat bukan partaiku yang pertama, tapi partaiku yang terakhir. Karena itu aku berterima kasih hampir semua partai memintaku gabung di partai mereka. Tapi tetap Demokrat adalah partaiku yang terakhir," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena saya sudah masuk masa kampanye. Saya pendukung setia Ahok, saya harus turun. Jadi jurkam, blusukan dan sebagainya. Kan tidak elok masih pegang jabatan ketua koordinator polhukam, itu saja. Tapi kalau kader, saya tetap kader. Karena aku sangat menghormati Pak SBY," paparnya.
"Aku berterima kasih kepada keluarga Cikeas, Agus Harimurti sudah kuanggap adikku sendiri. Bahkan pernah aku titip ke Presiden Indonesia ke-7 tapi waktu masih di TNI. Dia perwira TNI cemerlang, suatu saat dia bisa menggapai bintang 4," sambung dia. (wsn/tor)











































