Istri Polisi yang Mutilasi Bayinya Anut Ilmu Hitam, Kerap Dengar 'Bisikan'

Istri Polisi yang Mutilasi Bayinya Anut Ilmu Hitam, Kerap Dengar 'Bisikan'

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 13:07 WIB
Istri Polisi yang Mutilasi Bayinya Anut Ilmu Hitam, Kerap Dengar Bisikan
Foto: Lokasi mutilasi di Kalideres/Foto: Arief Ikhsanudin
Jakarta - Mutmainah (28), pelaku mutilasi bayinya Arjuna (1) di Tegal Alur, Cengkareng, Jakbar diduga mengalami gangguan jiwa. Polisi menyebut istri Aipda Deni itu menuntut ilmu tertentu sejak dua tahun lalu.

"Mutilasi itu sudah kita dalami, ada kelainan jiwa dia daripada istrinya. Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi itu, sehingga ada bisikan-bisikan dari yang dia dengarkan apabila ilmunya bisa sempurna dia harus mengorbankan anaknya," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Kapolda mengatakan Mutmainah sudah belajar ilmu tersebut selama 2 tahun. "Memang suaminya sering juga diajak untuk berantemlah dengan yang bersangkutan. Itu yang kami sayangkan kenapa bisa terjadi. Yang jelas hasil pemeriksaan, yang kami periksa demikian," imbuh perwira tinggi yang akrab disapa Iwan Bule ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Iwan menyampaikan, belum diketahui di mana Mutmainah mempelajari ilmu tersebut. "Itu sedang kami dalami. Dia sementara hanya menyampaikan itu. Kan ada juga beberapa kejadian yang serupa di tempat lain, yang memang demikian, ada bisikan-bisikan yang apabila akan sempurna ilmunya dia harus melakukan ritual itu. Kejadian ini tidak hanya di Jakarta, di beberapa tempat. Tidak hanya polisi," papar dia.

Menurut Kapolda, cerita soal ilmu itu disampaikan sendiri oleh Mutmainah. Sementara suaminya tidak mengetahui, namun hanya merasakan perubahan yang terjadi pada istrinya saja. "Suaminya bahwa dia merasakan ada hal-hal yang dia pernah disampaikan oleh istrinya, yaitu mengajak bertengkar beberapa kali, tapi dia tidak menyangka istrinya akan demikian terhadap anaknya," tambahnya.


(aan/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini