"Ibu-ibu kami dari Kecamatan Gading untuk mendata saja," kata Nurul Huda, staf Kecamatan Gading, saat pendataan di pemondokan area Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Selasa (4/10/2016).
Pegawai kecamatan mendatangi satu per satu pemondokan. Saat mendatangi pemondokan 'putri' pegawai kecamatan itu mendata satu per satu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun usahanya bangkrut, mereka datang ke padepokan untuk mendapatkan uang banyak dari Dimas Kanjeng.
Namun, sampai sekarang mereka masih bertahan dan sudah tidak memiliki modal lagi.
Ketika ada pendataan, mereka mau dipulangkan ke daerah asalnya, jika mendapatkan uang 'saku' untuk bekal di daerahnya nanti.
"Mau dipulangkan pak, kalau diberi uang banyak," ujar seorang perempuan, pengikut Dimas Kanjeng asal Situbondo.
Foto: Rois Jajeli/detikcom |
Sementara itu, Camat Gading Slamet Hariyadi mengatakan, hari ini pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang masih bertahan di pemondokan sebanyak 276 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 orang dari Pasuruan yang akan dijemput pulang oleh pemerintah daerah Pasuruan, pada hari ini.
Sedangkan pengikut dari Jakarta 1 orang, Banjarmasin 1 orang dan 25 orang dari Pontianak, masih dikoordinasikan antar pemerintah daerah.
"Kami tidak memaksanya pulang. Kalau mereka mau pulang, kami siap memfasilitasinya," jelas Slamet. (roi/try)












































Foto: Rois Jajeli/detikcom