"Tersangka Anton ini punya Padepokan Satrio Aji di Kampung Sirap, Sukmajaya. Dia sudah memiliki banyak pengikutnya di Facebook," ujar Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan kepada detikcom, Selasa (4/10/2016).
Harry mengatakan, tersangka sudah satu tahun lebih memimpin padepokan tersebut. Aktifitas di padepokan itu sendiri, lebih banyak melakukan ilmu hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun praktik ilmu hitam itu rupanya hanya modus penipuan belaka. Alih-alih memberikan ajian kepada para pengikutnya, Anton justru melakukan penipuan dengan modus bisa menggandakan uang hingga emas.
Sejumlah barang bukti disita polisi mulai dari emas batangan palsu hingga keris. (Foto: Istimewa) |
"Menurut pengakuannya dia bisa menggandakan uang atau emas. Tetapi kenyataannya, emasnya emas palsu," ungkapnya.
Polisi menyita sejumlah emas batangan palsu di padepokan Anton. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah keris, kain bertuliskan huruf Arab dan sejumlah barang klenik lainnya.
Anton mengeksekusi Shendy dan Sanusi yang merupakan pengikutnya dengan memberi kopi yang sudah dicampur racun. Anton melakukan hal itu lantaran kerap ditagih uang 'investasi' penggandaan emas oleh kedua korban. (mei/rvk)












































Sejumlah barang bukti disita polisi mulai dari emas batangan palsu hingga keris. (Foto: Istimewa)