Dirut Bulog Ditelepon soal Gula Impor, Irman Gusman: Saya Tidak Punya Pengaruh

Dirut Bulog Ditelepon soal Gula Impor, Irman Gusman: Saya Tidak Punya Pengaruh

Dhani Irawan - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 11:23 WIB
Dirut Bulog Ditelepon soal Gula Impor, Irman Gusman: Saya Tidak Punya Pengaruh
Irman Gusman dengan rompi tahanan KPK/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) Bulog Djarot Kusumayakti mengaku pernah mendapatkan telepon dari Irman Gusman dan membicarakan soal distribusi gula impor di Sumatera Barat (Sumbar). Djarot menyebut Irman mengatakan harga gula yang tinggi di Sumbar dan ditindaklanjuti Djarot dengan mendistribusikan gula impor ke wilayah itu.

Namun Irman membantah dia memperdagangkan pengaruhnya berkaitan dengan distribusi gula impor tersebut. Dengan dalih sebagai wakil rakyat, Irman mengaku harus membantu rakyatnya.

"Ya itu kan di Padang itu lagi ada krisis gula ya, harga tinggi. Sebagai wakil rakyat tentu saya harus, apa namanya, membantu rakyat supaya harganya itu jadi normal," kata Irman di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irman juga mengaku tidak menggunakan pengaruhnya sebagai Ketua DPD saat itu agar Sumbar mendapatkan kuota gula impor. Dia juga membantah berkongkalikong dengan Xaveriandy Sutanto selaku distributor gula impor tersebut.

"Enggak, enggak, saya tidak punya kewenangan. Saya tidak berpengaruh, saya hanya mengartikulasikan harga di Padang itu waktu saya kunjungan kerja tinggi, Rp 16.000 harusnya Rp 14.500. Tugas sebagai anggota dewan itu yang saya laksanakan," ucapnya.

"Tidak ada, tidak ada itu (penerimaan uang atas jasanya mengatur distribusi gula impor). Saya tidak tahu sama sekali ada bingkisan orang datang saya mau bilang apa kan, karena kan daerah pemilihan saya," kata Irman.

Hari ini Irman memang dipanggil penyidik KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Memi. Selain Irman, penyidik KPK juga memanggil Benhur Ngkaimae selaku Kepala Driver Bulog Sumbar untuk diperiksa sebagai saksi.

Sebelumnya, Djarot Kusumayakti selaku Dirut Bulog menjalani pemeriksaan di KPK pada Kamis, 29 September lalu. Dia mengaku ditelepon Irman dan membicarakan soal harga gula yang mahal di Sumbar.

Djarot lalu mengirim 1.000 ton gula ke Sumbar, tetapi membantah bahwa alokasi itu merupakan kuota untuk DKI Jakarta yang disangkakan KPK. Menurut Djarot, gula yang didistribusikan itu merupakan jatah untuk seluruh wilayah Indonesia.

(Baca juga: Dirut Bulog: Irman Gusman Pernah Telepon Bilang Harga Gula di Sumbar Mahal)

Namun berdasarkan hasil sadapan KPK, Irman diketahui mengontak petinggi Bulog dengan maksud agar kuota gula impor 3.000 ton untuk Jakarta dialihkan ke Sumbar. Dalam percapakan itu, Irman langsung menyebut nama Xaveriandy sebagai pihak yang bisa dipercaya untuk menyalurkan gula impor di Sumbar.

Irman yang merupakan Ketua DPD RI telah diberhentikan dari posisinya itu lantaran terjerat operasi tangkap tangan KPK pada Sabtu, 17 September lalu. Dia ditangkap lantaran menerima uang haram sebesar Rp 100 juta dari Xaveriandy.

Uang itu diberikan dengan maksud agar Irman bisa menggunakan pengaruhnya dalam distribusi gula impor di Sumbar. Xaveriandy merupakan Direktur CV Semesta Berjaya yang mendapatkan kuota gula impor dari Bulog di tahun 2016.

Baik Irman maupun Xaveriandy telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain itu, istri Xaveriandy bernama Memi juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya telah ditahan KPK. (dha/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini