Disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo dalam rilisnya mengatakan bahwa pada Senin (3/10) kemarin pihaknya melakukan pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Udara Afrika Selatan dan Sekjen African Civil Aviation Commission (AFCAC), Iyabo O Sosina.
Selain itu, Suprasetyo juga akan bertemu dengan Dirjen Perhubungan Udara Uni Eropa, Hololei untuk membahas Global Market Based Measures (MBM) serta isu keselamatan dan keamanan penerbangan. Untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara dari Benua Afrika, Suprasetyo menjelaskan, para delegasi Indonesia juga aktif menghadiri resepsi yang diselenggarakan AFCAC dan beberapa negara kandidat Anggota Dewan dari Afrika seperti Tanzania, Kenya, Kongo, Algeria, dan Cabo Verde.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk Kanada dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura melakukan pertemuan dengan Wakil Tetap Singapura untuk ICAO, Tee Chiou Ng.
"Saya berharap dengan semua pertemuan dan pendekatan yang kita lakukan, negara-negara tersebut menjadi lebih terbuka informasinya terkait peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan yang telah Indonesia capai sehingga nantinya ketika pemilihan Anggota Dewan, mereka akan memilih Indonesia menjadi salah satu Anggota Dewan ICAO," tegas Suprasetyo dalam rilis yang diterima, Senin (3/10) malam.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus memonitor perkembangan penggalangan dukungan di Montreal, Kanada dan memberikan arahan kepada delegasi Indonesia dari Jakarta.
Sidang Majelis ICAO ke-39 dibuka oleh Presiden Dewan ICAO Dr. Olumuyiwa Bernard Aliu pada Selasa (27/9) dan berlangsung sampai 7 Oktober 2016. Sedangkan Pemilihan Anggota Dewan ICAO akan dilaksanakan pada Selasa, 4 Oktober 2016 diikuti oleh seluruh negara anggota ICAO.
Indonesia kini sibuk menggalang dukungan negara-negara ICAO untuk memilih Indonesia sebagai salah satu Anggota Dewan ICAO pada kategori III. Dengan menjadi anggota Dewan ICAO diharapkan Indonesia dapat memperjuangkan kepentingan nasional di dunia penerbangan internasional dan lebih jauh lagi Indonesia dapat berkontribusi secara aktif untuk menciptakan dunia penerbangan internasional yang lebih baik. (nwk/mpr)











































