"Belum tertangkap. Pencarian masih terus dilakukan, anggota masih di lapangan," ujar Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam kepada detikcom, Selasa (4/10/2016).
Tim mengalami kendala melakukan penangkapan Emon karena buron tersebut tidak memiliki tempat tinggal tetap. "Tempat tinggalnya tidak jelas dan identitas aslinya juga masih belum jelas juga," imbuh Ade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Polisi Sebut Emon Penculik Gadis Mengubah Penampilan untuk Kelabui Petugas)
Terakhir, Emon diketahui mengubah penampilannya dengan mencukur habis rambutnya. Informasi itu diketahui berdasarkan keterangan dari beberapa saksi dan korban T (14).
"Dia sekarang gaya rambutnya botak plontos," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Emon diketahui membawa T (14) dan temannya L (14) dari rumahnya di kawasan Gununghalu, Bandung Barat, Cimahi pada tanggal 3 September lalu. Kedua korban kemudian dibawa ke sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Emon lantas meninggalkan L di hotel tersebut sehingga L dapat menghubungi keluarganya pada tanggal 10 September lalu. Sementara T dibawa oleh Emon dan kemudian dilepaskan di Sumedang, Jawa Barat.
(Baca juga: Gadis 14 Tahun Korban Penculikan Mengaku Dicabuli Emon)
Sebelum T dan L, Emon juga diketahui pernah menculik seorang perempuan berinisial F.
Sementara itu soal identitas, sebutan Emon diketahui dari beberapa pekerja bangunan di Koja, Jakut yang pernah bekerja dengannya. Pria ini mengenalkan dirinya dengan nama Emon.
Emon juga diketahui pernah menggunakan identitas Lukman Nurhakim untuk melakukan penggelapan mobil Ford Everest, di Kertajati, Majalengka. Pria bernama Lukman sendiri pernah didatangi polisi sebanyak 2 kali gara-gara ulah Emon itu.
Belakangan diketahui, Lukman pernah kehilangan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Diduga kuat, KTP Lukman itu kemudian yang digunakan Emon untuk melakukan kejahatan. (mei/fdn)










































