Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi mengatakan berita meninggalnya Waris diperoleh dari Hartono alias Tono (50). Tono merupakan tetangga Waris yang saat ini masih berada di padepokan Dimas Kanjeng.
"Menurut Tono, almarhum meninggal karena penyakit asma dan diabetes militus atau kencing manis. Tono merupakan satu rombongan dengannya, di mana rombongan yang lain sebanyak dua orang sudah kembali ke Sui Pinyuh, masing-masing adalah Junaidi ibrahim (46) dan Abu Bakar (42)," kata Kombes Suhadi, Selasa (4/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ada pula Mumajat beserta kedua anaknya, Yadi dan Surya yang belum kembali ke Kalimantan Barat. "Jadi saat ini warga masyarakat Kalimantan Barat asal Sui Pinyuh yang masih tertinggal di Padepokan Dimas Kanjeng ada 15 orang, dua orang telah kembali dan seorang meninggal dunia," ucap Kombes Suhadi.
Rumah Mumajat, sambung Suhadi saat ini disita oleh Credit Union. Penyitaan itu kemungkinan karena Mumajat meminjam uang untuk digandakan di Padepokan Dimas Kanjeng Pimpinan Taat Pribadi.
"Pihak Kepolisian Polda Kalbar akan memberi masukan kepada penyidik Polda Jatim untuk mendalaminya termasuk kematian almarhum Waris, apakah memang meninggal karena sakit atau ada penyebab lain," imbuhnya.
Polda Kalbar juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh Taat Pribadi, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng segera melapor. Untuk selanjutnya laporan tersebut ditindak lanjuti. (yds/bpn)











































