Pria yang mengaku bisa menggandakan uang itu mengumpulkan ribuan pengikutnya. Bahkan, dia disebut-sebut selalu memerintahkan para pengikutnya memberi uang kepada keluarga Elyas.
"Sejak Abah meninggal, Dimas Kanjeng masih datang ke sini. Pengikutnya yang datang sampai 1.000 orang," kata anak tiri Abah Elyas dari istri ketiga, Nur Kholis (33) saat ditemui detikcom di rumahnya, Senin (3/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan Dimas Kanjeng bersama ribuan pengikutnya itu, lanjut Nur Kholis, memang tak menentu. Kadang tiga bulan sekali, kadang sampai lima bulan sekali. Namun, acara itu sejak tahun 2009, sejak Abah Elyas meninggal dunia. Kunjungan terkahir pada Desember 2015.
"Kalau mau ke sini biasanya telepon dulu ke nomor Abah yang sekarang dipakai ibu (Turah). Kemudian keluarga menyiapkan nasi bungkus dan air putih. Biasanya acaranya baca istighosah," ujarnya.
Usai menggelar istighosah, menurut Nur Kholis, biasanya orang-orang dekat Dimas Kanjeng menyemprot pengikut yang datang dengan minyak wangi. Tak hanya itu, atas perintah Dimas Kanjeng, ribuan pengikutnya diminta memberi uang kepada keluarga Abah Elyas.
"Salam tempel (pemberian uang) seikhlasnya kepada keluarga saya, uang amplopan gitu. Mungkin dari sananya (Dimas Kanjeng) disuruh begitu sebagai rasa terima kasih. Kalau minyak wangi sesuai perintah Dimas Kanjeng," terangnya.
Meski sering berkunjung ke rumah ayah tirinya, Nur Kholis mengaku tak pernah berbincang dengan Dimas Kanjeng. "Kalau Dimas Kanjeng ke sini, saya hanya menyalami saja," cetusnya.
Nur Kholis menambahkan, selama mengajak pengikutnya menggelar istighotsah di rumah keluarganya, Dimas Kanjeng tak pernah membicarakan ajaran yang menyimpang. Oleh sebab itu, bapak dua anak ini mengaku kaget ketika Dimas Kanjeng ditangkap polisi terlibat pembunuhan pengikutnya dan kasus penggandaan uang.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Mojokerto, Bisri Mustofa mengaku belum mengetahui kalau Dimas Kanjeng ada di Mojokerto. Sebagai pihak yang mempunyai kewenangan mengawasi kelompok aliran tertentu, dia akan menggali informasi terkait keterkaitan Abah Elyas dengan Dimas Kanjeng.
"Akan saya tindak lanjuti dan mencari informasi lebih lanjut. Kalau memang betul ada pengajian seperti itu, maka kami akan koordinasi dengan kepolisian," tandasnya. (bag/bag)











































