Telepon dari SBY-Bu Ani dan Tantangan Annisa Pohan untuk Agus Harimurti

Panasnya Pilgub DKI

Telepon dari SBY-Bu Ani dan Tantangan Annisa Pohan untuk Agus Harimurti

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 17:24 WIB
Telepon dari SBY-Bu Ani dan Tantangan Annisa Pohan untuk Agus Harimurti
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Memutuskan meninggalkan karier militer untuk maju di Pilgub DKI bukan perkara mudah bagi Agus Harimurti Yudhoyono. Tawaran untuk Agus dari empat partai, disampaikan oleh sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Ketua Umum Demokrat.

"Yang pertama kali telepon tentu kedua orangtua saya bapak dan ibu, berdampingan menyampaikan dengan berat hati, dalam arti ini kan tahu ada sesuatu yang fundamental, dan terjadi dalam waktu yang begitu cepat," ungkap Agus.

Hal tersebut disampaikannya saat berbincang dengan media di The Bistro, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (3/10/2016). SBY menyampaikan kepada bahwa ada tawaran dari PAN, PKB, PPP, dan PD untuk Agus maju di Pilgub DKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(SBY) bilang), 'mereka ingin bersatu dan mencalonkan kamu sebagai cagub'. Itu permintaan awal, saya terdiam ketika itu. 'Ini adalah pertanyaan yang harus kamu pikirkan matang-matang walaupun mohon maaf waktunya tidak banyak' (kata SBY lagi)," cerita Agus.

Sebagai prajurit, mantan Danyonif 203/Arya Kemuning itu mengaku sudah biasa harus mengambil keputusan di waktu singkat. Meski begitu ia meminta waktu berpikir untuk memutuskan mengubah kariernya.

"Dalam sempitnya waktu izinkan saya berpikir, dan saya tutup telepon. Let me think," kata Agus.

Saat ditelepon sang ayah, Agus tengah berada di Darwin untuk memimpin pasukannya latihan bersama dengan tentara Australia. Di dalam barak seorang diri, ia mempertimbangkan segala kemungkinan.

Agus disebut-sebut sudah merasa galau selama kurang lebih 6 bulan mengenai perubahan jalur profesinya. Ia lantas salat istiqarah untuk memecahkan kegalauannya.

"Dalam rasa cukup galau saya terus memohon apakah ini memang jalan yang harus saya tempuh. Saya salat istiqarah. Setelah itu saya buka laptop dan melihat quote dari aplikasi yang saya instal," tuturnya.

Sejumlah quote pun muncul dan dianggapnya sangat mirip dengan situasi yang tengah ia hadapi. Yakni tentang pilihan dan jalan kehidupan.

"Saya coba mengaitkan pesan-pesan itu. Apakah saya menerima tantangan dengan konsekunsi bisa menang dan kalah. Pendek kata untuk mutusin saya tidak bisa dari Darwin, saya harus kembali untuk bertatap muka langsung melihat mata para tokoh yang ingin saya maju," kisah Agus.

Selain itu, suami Annisa Pohan ini juga membutuhkan untuk berdiskusi dengan keluarganya. Tanggal 23 September dini hari, Agus tiba ke tanah air dan langsung menuju Cikeas. Saat itu empat Ketum partai pengusung tengah berdiskusi.

"Sejak awal muncul nama saya berasal dari tiga parpol itu bahkan kalau ditanya apakah pak SBY yang menentukan, Pak SBY itu mengeluarkan kata-kata Agus, malah justru kaget, lah kok kepikiran padahal Agus masih ada di militer," ujar Agus.

Tak hanya bertemu dengan para pimpinan parpol, Agus juga lalu mengajak istrinya untuk berbincang empat mata di dalam kamar. Saat itu, Annisa menantang suaminya.

"Istri saya pesan 'Pap apa kamu siap meninggalkan dunia karier yang kamu bangun hampir separuh hidup kamu lebih?'. Saya ditanya seperti itu," jelas Agus.

Annisa juga bertanya dengan memasuki dunia yang makin kompleks, apakah Agus masih tetap mampu meluangkan waktu dengan keluarga. Khususnya untuk sang puteri, Aira.

"Bagaimana pun kami tergolong keluarga muda. Istri saya bilang. 'Ketika kamu bisa jawab dua itu aku akan dukung 100 persen'. Jika ini garis tangan dan jalan tujuan dan niat yang baik, Insya Allah saya siap," Agus menriukan jawabannya untuk sang istri.

Agus pun membantah bahwa dirinya masuk dunia politik atas desakan ayahnya sebagai Ketum partai. Ia mengaku justru mendapat banyak pandangan dari SBY.

"Saya bersyukur memiliki orangtua sekaligus mentor seperti Pak SBY. Beliau memberikan pandangan-pandangan bahwa ini afa peluang momentum sejarang ini di depam mata yang mungkin tak terulang dua kali. Tapi cukup banyak konsekuensi yang harus dipertimbangkan," beber Agus.

Akhirnya Agus pun memilih untuk keluar dari TNI dan masuk dalam pertarungan Pilgub DKI. Ia diusung oleh empat partai dengan menggandeng pasangan seorang birokrat DKY, Sylviana Murni.


(elz/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads