Sandiaga: Ahok Tak Ngerti Tax Amnesty

Sandiaga: Ahok Tak Ngerti Tax Amnesty

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 16:52 WIB
Sandiaga: Ahok Tak Ngerti  Tax Amnesty
Foto: Ahmad Ziaul Fitrahudin/detikcom
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menduga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mengerti esensi
diberlakukannya tax amnesty. Karena tak mengerti itulah, kata Sandi, Ahok bisa menyebut bahwa pengusaha swasta yang ikut tax amnesty pernah mengemplang pajak.

Baca juga: Ahok: Sandiaga Ikut Tax Amnesty, Berarti Dulu Dia Ngemplang Pajak

Menurut Sandiaga, tax amnesty adalah program negara yang dilindungi oleh undang-undang. Tak amnesty adalah kebijakan
pemerintah kepada setiap masyarakat untuk memberikan sumbangsih kepada negara dalam bentuk pengakuan pajak.

Tax amnesty, kata Sandy, bukan 'karpet merah' bagi pengemplang pajak. Melainkan dengan kebijakan ini, setiap warga negara
diberikan kesempatan untuk membetulkan kewajiban pajak mereka yang mungkin tercecer atau belum tercatat saat dilaporkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah menerapkan kebijakan ini salah satunya untuk meningkatkan perekonomian negara dan memulihkan kepercayaan
investor. "Pak Basuki (Ahok) tak mengerti (tax amnesty), Tax amnesty itu untuk memberi kesempatan bagi masyarakat untuk
membetulkan kewajiban pajaknya yang mungkin tercecer atau belum tercatat," kata Sandiaga saat berbincang dengan detikcom,
Senin (3/10/2016).

Terkait tudingan Ahok bahwa dia pernah mengemplang pajak karena ikut tax amnesty, Sandiaga berencana konsultasi dengan
konsultan hukumnya. Sandi merasa sebutan sebagai pengemplang pajak sangat negatif. Apalagi Ahok menyatakan hal itu tanpa
disertai data dan fakta.

"Saya akan tanya ke kuasa hukum, karena ini (pengemplang pajak) ini suatu predikat yang kriminal. Kalau dia (Ahok) tak
punya data dan asal ngomong ini bisa kena sangkaan pencemaran nama baik," kata Sandiaga.

Cawagub yang akan berpasangan dengan Cagub Anies Baswedan ini meminta Ahok mengklarifikasi tuduhannya. Sandi juga
menyayangkan bahwa tuduhan itu dilontarkan saat tiga pasang Cagub dan Cawagub yang akan bertarung di Pilgub DKI nanti
mendeklarasikan demokrasi sejuk.


(erd/van)


Berita Terkait