Korban Penipuan Dimas Kanjeng Terus Bermunculan, Kali ini Warga Surabaya

Korban Penipuan Dimas Kanjeng Terus Bermunculan, Kali ini Warga Surabaya

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 16:51 WIB
Korban Penipuan Dimas Kanjeng Terus Bermunculan, Kali ini Warga Surabaya
Kasianto semasa hidup dan Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)
Surabaya - Orang-orang yang mengaku sebagai korban penipuan Dimas Kanjeng terus bermunculan. Tak cuma di Probolinggo dan sekitarnya, tapi juga Makassar, Surabaya dan lain-lain. Kasianto, warga Surabaya telah menyerahkan uang mahar sebanyak Rp 300 juta. Uang itu tak pernah dikembalikan.

Korban adalah Kasianto, warga Jalan Tambak Asri XV/6. Kasianto sudah bergabung dengan padepokan sejak 2012. Hingga dijemput ajal pada 2015 lalu, uang Kasianto belum juga kembali.

"Suami saya bergabung sejak 2012," ujar Gunarsih, istri Kasianto, kepada wartawan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (3/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunarsih mengatakan, yang mengajak suaminya bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng adalah temannya yang bernama Wito. Sejak saat itu Kasianto selalu berusaha mendapatkan uang yang katanya digunakan untuk mahar.

Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcomRumah keluarga Kasianto (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Untuk menyetor mahar, Kasianto yang saat itu berusaha 49 tahun menguras isi tabungannya. Kasianto setidaknya seminggu sekali pergi ke Probolinggo yang tentu saja dengan membawa uang mahar. Sayangnya Gunarsih tidak tahu berapa uang mahar yang dibawa Kasianto setiap pergi ke Probolinggo.

"Suami saya nggak pernah cerita. Dia orangnya tertutup. Bahkan saya nggak tahu mau diapakan uang itu," kata Gunarsih.

Kasianto tidak pergi sendiri. Dia pergi bersama teman-temannya yang berjumlah 15 orang. Mereka janjian bertemu di dekat Terminal Mojokerto. Di Probolinggo, kata Gunarsih, Kasianto tinggal selama dua hari. Pergi Sabtu dan pulang Minggu. Namun jika ada istigasah, Kasianto bisa tinggal di sana selama tiga hari.

Apakah tidak ada keluarga yang memperingatkan Kasianto? Gunarsih mengaku sudah bosan memperingatkan suaminya. Begitu pula dengan saudaranya yang lain. Bahkan mereka sering adu mulut terkait masalah itu. Namun telinga Kasianto seakan buntu dan terus pergi ke Probolinggo untuk terus menyetorkan mahar.

Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcomRumah keluarga Kasianto (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Kasianto justru sering mengajak saudaranya untuk ikut ke Probolinggo. Namun tak ada yang mau. Salah satu adik Kasianto, Bambang Suprianto, mengatakan bahwa ajakan kakaknya itu tak berlogika.

"Jika ingin kaya, ya harus kerja. Uang saya juga pernah dipinjam mas Kasianto Rp 6 juta yang katanya untuk mahar. Tapi saya nggak mau ikut," ujar Bambang.

Mahar terakhir yang disetor Kasianto kurang lebih sekitar Rp 25 juta. Uang itu adalah hasil penjualan seluruh perhiasan Gunarsih. Seminggu setelah kunjungan terahirnya ke Probolinggo, Kasianto meninggal.

"Total uang yang dikeluarkan suami saya sekitar Rp 300 juta," terang Gunarsih.

Atas kesepakatan keluarga, apa yang dialami oleh Kasianto dilaporkan ke polisi. Yang melapor adalah adik Kasianto yakni Winu Sunarsono.

Sumpah pengikut Dimas Kanjeng diamankan polisi (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)Sumpah pengikut Dimas Kanjeng diamankan polisi (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Laporan itu akan dikoordinasikannya dengan Polda Jatim yang menangani kasus penipuan tersebut.

"Korban ini merupakan korwil atau bisa disamakan dengan bupati/walikota," kata Takdir.

Takdir meminta agar warga yang pernah bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng dan merasa tertipu agar segera melapor. "Silakan melapor jika merasa dirugikan," tandas Takdir. (iwd/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini