"Semua kontrak politik untuk meraih simpati, harus diingatkan kontrak politik harus komit. Tidak hanya sekadar ditandatangani," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2016).
Ada 3 poin dalam kontrak politik tersebut, yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Mereview dan merevisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta dalam hal zonasi.
3. Keterbukaan dan Penyebarluaskan informasi kepada Warga Kota.
"Saya akan ingatkan kepada Anies dan Sandi berpegang teguh pada janjinya," ujar Muzani.
Saat ini, Gerindra mendorong cagub dan cawagub yang diusung untuk sebanyak-banyaknya bertemu warga dan meraih simpati. Soal peran Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman dalam mendukung pasangan ini, Muzani mengatakan nanti ada waktunya.
"Prabowo turun pada waktunya. Ini masih awal-awal untuk mendorong calon bersangkutan lebih banyak memperkenalkan diri, karena yang akan berlaga adalah calonnya yaitu Anies-Sandi. Dia harus banyak menyapa calon pemilih," ucap Ketua Fraksi Gerindra ini.
"Kami hanya mendorong, ikut meyakinkan," sambung Muzani.
Anies menyebut kontrak politik sebagai komitmen pemerintahan DKI Jakarta baru ke depan. Dia menjelaskan, salah satu komitmen itu adalah dengan menyelesaikan konflik sengketa tanah dengan dialog. Menurutnya, pemerintah dalam menyelesaikan sengketa harus melihat realitas masyarakat Jakarta.
"Karena itu tadi kesepakatan bahwa gubernur baru akan komit, termasuk melakukan mediasi," ujar Anies saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1438 Hijriah di Pademangan Barat, Jakarta Utara, Minggu (2/10/2016). (imk/tor)










































