Menurut Lukman, apa yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng adalah sesuatu yang tidak rasional dan tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia.
"Intinya begini, semua umat beragama khususnya Islam agar tidak mudah terperdaya, tidak mudah terlena atau dikelabui dengan hal-hal yang tidak rasional. Jadi dalam beragama itu agama apalagi Islam, Islam itu agama yang rasional dan diterima nalar," kata Lukman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian dalam yang beragama itu jangan melakukan peribadatan yang prosesi ibadahnya itu melanggar aturan. Katakanlah ada orang yang bisa menggandakan uang, katakanlah dia betul-betul bisa menggandakan uang, tapi kalau itupun terjadi itu salah," ulas Lukman.
"Karena kewenangan menggandakan uang dan mencetak uang itu negara, bukan orang per orang. Jadi agama itu sederhana sebenarnya, dia harus nalar dia harus make sense bisa diterima akal sehat," imbuh politikus PPP ini.
Dengan memantapkan akidahnya masing-masing, kata Lukman, masyarakat akan tidak mudah terpengaruh dengan tawaran-tawaran menggiurkan yang tidak rasional.
"Bahwa beragama itu tidak boleh ditempuh dengan cara-cara yang bertentangan dengan norma yang berlaku. Kalau sudah seperti itu, maka umat beragama tidak mudah dikelabui oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan keyakinan agama untuk hal-hal yang tidak bermanfaat," ungkapnya.
Dimas Kanjeng ditangkap oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur di padepokannya pada 22 September 2016 lalu. Dua kasus menjeratnya, dugaan pembunuhan dan penipuan.
Mereka yang datang ke padepokan tak hanya ingin berguru ilmu agama. Sebagian dari mereka terbuai janji manis Taat Pribadi yang dipercaya bisa mengeluarkan uang dari tangannya secara tiba-tiba. Tak hanya itu, dia dipercaya bisa menghadirkan peti berisi uang dan ruangan yang penuh uang kertas. (wsn/tor)











































