"Senang, senang banget, tidak menyangka. Kan tidak semua dikunjungi seperti ini," kata Putri di rumahnya, Kedung Telompak 3 RT 7 RW 1, Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Semarang, Senin (3/10/2016).
Nasir didampingi Rektor Undip, Yos Johan Utama dan Rektor Unnes Fathurokhman memang sengaja datang ke penerima program bidik misi itu. Memang cukup terjal medan yang ditempuh untuk ke rumah Putri, bahkan jalan becek dan lumpur harus dilewati karena hujan yang turun beberapa hari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Angling AP/detikcom |
Menristek Dikti dan Putri serta keluarganya kemudian berbincang santai sambil duduk lesehan beralas tikar. Nasir bangga dengan semangat Putri yang meski keluarganya kesulitan ekonomi namun semangat belajarnya tetap ada.
"Dari SMA ditawarin, siapa yang mau daftar bidik misi, dibantu sekolah. Ada survei dan wawancara terus tinggal nunggu pengumuman," ujar Putri.
Gadis lulusan SMAN 4 Semarang itu memang ingin sekali masuk perguruan tinggi meski melihat kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Ayahnya, Sudarminto (45) bekerja sebagai pengurus Lazis dan ibunya, Ngatimah (43) merupakan buruh cuci, sehingga bidik misi merupakan harapan Putri untuk bisa berkuliah.
"Alhamdullillah ini cukup. Sekarang bisa kuliah, kalau berangkat kadang nebeng teman atau dianter bapak," ujarnya.
Foto: Angling AP/detikcom |
Putri merupakan satu dari puluhan ribu penerima program bidik misi tahun 2016. Nasir mengatakan bidik misi merupakan wujud negara hadir untuk menyelesaikan masalah pendidikan. Perbaikan pendidikan untuk anak bangsa turut berpartisipasi agar generasi muda siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.
"Kehadiran negara harus memutus mata rantai anak Indonesia yang ekonominya tidak beruntung, harus dapat pendidikan yang baik," kata Nasir.
Kedatangannya ke rumah Putri, lanjut Nasir, untuk melihat kondisi penerima bidik misi yang khusus untuk mahasiswa kurang mampu. Hingga saat ini belum ada laporan bidik misi yang salah sasaran.
"Saya perhatikan, saya lihat kondisi rumah dan orang tuanya apakah tepat. Bisa dilihat, seperti ini yang dapat bidik misi," pungkasnya.
Foto: Angling AP/detikcom |
Nasir menjelaskan tahun 2016 ini ada alokasi bidik misi untuk 60 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia. Diusahakan setiap tahunnya meningkat termasuk program-program lainnya.
"Yang diterima itu Rp 600 ribu untuk biaya hidup dikali 6 bulan jadi Rp 3,6 juta. SPP negara yg membiayai. Kalau kasarannya Rp 12 juta per tahun," terang Nasir.
Usai mengunjungi Putri, Nasir bertemu sekitar 1.000 penerima bidik misi yang sudah berkumpul di gedung Prof. Soedarto Undip untuk berdiskusi dan kuliah umum dengan tema "Menggapai Cita-cita, Memutus Rantai Kemiskinan".
Foto: Angling AP/detikcom |












































Foto: Angling AP/detikcom
Foto: Angling AP/detikcom
Foto: Angling AP/detikcom
Foto: Angling AP/detikcom