"Kita sudah mendaftar sejak 4 hari yang lalu. Idealnya hari ini kami berharap paling tidak ketua PN Jaksel sudah menunjuk hakim tunggal dan memberi informasi kepada kami tanggal berapa dimulai persidangan," ujar Razman di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (3/10/2016).
Siang ini Razman tiba di KPK untuk menjenguk Irman Gusman sekaligus memberitahukan progres praperadilan yang akan dilaksanakan di PN Jaksel ini. Dia mengaku telah mempersiapkan segala sesuatu untuk maju di pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razman juga meminta agar KPK tak menunda persiapan menghadapi praperadilan agar kasus dapat segera selesai. Dinamika politik di DPD menjadi salah satu pertimbangan agar praperadilan segera dilakukan.
"Sekali lagi kami berharap pihak KPK untuk tidak menunda supaya ini lebih cepat, karena Pak Irman ini kan pimpinan politik di DPD, pemimpin negara. Di DPD RI kan dinamika sedang berjalan, hari ini ada pergantian, badan kehormatan, ini kan semua kita harapkan agar DPD RI itu jangan dulu mengambil keputusan politik sebelum selesai praperadilan," kata Razman.
"Kalau misalnya minggu ini selesai, kan cepat. Kalau ditunda satu minggu oleh KPK jadinya 2 minggu dong. Jadi relatif memakan waktu lama, dinamika politik itu semakin tinggi di DPD. Kami berharap masalah penegakan hukum lebih cepat lebih baik," sambungnya.
Dia mengaku belum tahu kapan pastinya praperadilan akan dilaksanakan. Namun dia mendapat informasi kalau pihak KPK juga sudah mempersiapkan diri.
"Kami sudah tanya pihak penyidik, saya diinfokan mereka sudah siap. Karena sudah siap kami berharap harus segera praperadilan. Kami siap saja apabila besok, lusa, secepatnya lebih baik," kata Razman. (rni/Hbb)











































