Ratusan Kendaraan Antre BBM di SPBU Gunung Sitoli

Ratusan Kendaraan Antre BBM di SPBU Gunung Sitoli

- detikNews
Kamis, 31 Mar 2005 18:26 WIB
Gunung Sitoli - Sekitar 200 sepeda motor dan sejumlah mobil antre di SPBU yang terletak di Jl. Diponegoro, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias. Para pengendara mengantre sejak siang untuk mendapatkan BBM (bahan bakar minyak). SPBU di Jl. Diponegoro ini merupakan satu-satunya SPBU di Pulau Nias. Beruntung, akibat gempa, SPBU tidak mengalami kerusakan, sehingga bisa dioperasikan. Selain SPBU ini, di kawasan kabupaten Nias dan Nias Selatan, juga terdapat 6 agen premium minyak solar (APMS). SPBU tersebut mulai buka sekitar pukul 11.30 WIB, Kamis (31/3/2005). Begitu dibuka, para pengendara langsung menuju SPBU untuk membeli BBM. Celakanya, saat ini, gagang selang untuk pengisian minyak solar patah. Akibatnya, solar tidak bisa dilayani SPBU ini. Iman Zebua (30), pengelola SPBU, saat ditemui detikcom, mengaku sedang dalam posisi sulit. "Di satu sisi, kita diharapkan membuka pelayanan maksimal hingga malam hari, tapi di sisi lain kita banyak kendala," kata Iman. Menurut Iman, kendalanya saat ini, karyawan SPBU yang masuk kerja hanya sebagian. "Sebagian karyawan memilih menyelamatkan keluarganya," kata dia. Selain itu, mesin generator yang digunakan untuk pengoperasian SPBU ini juga terbatas pemakaiannya. "Generator hanya bisa dipakai terus menerus dalam enam jam. Jika lebih dari itu, dikhawatirkan meledak," ungkapnya. Iman juga menceritakan, pihaknya membuka SPBU pukul 11.30 WIB, karena sebelumya tidak ada bantuan pengamanan. Setelah datang aparat kepolisian dari Polres Nias, dirinya baru berani membuka SPBU. "Jika tidak ada pengamanan, kita khawatir, karena pasti akan banyak pembeli," ungkapnya. Pengelola SPBUjuga menerapkan aturan setiap pengendara sepeda motor dibatasi membeli premium maksimal Rp 5.000 atau sekitar 2 liter premium. "Kita ingin memastikan agar semua pengendara mendapatkan jatah premium. Bila tidak dibatasi, jangan-jangan stok BBM di sini tidak ada lagi," ungkapnya. Iman mengaku, sejak gempa, setiap hari, SPBU-nya menjual premiium 15.000 liter per hari. Sementara itu, saat jumpa pers di Makodim Gunung Sitoli, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjamin pasokan BBM di Nias. "Karena itu, satu-satunya SPBU di Nias dan Nias Selatan akan dioperasikan maksimal, termasuk malam hari. Kita akan berikan generator untuk kepentingan itu," ujar Purnomo.Dalam jumpa pers yang didampingi Dirut Pertamina Widya Purnama, Purnomo juga menyatakan, stok BBM masih cukup sampai 23 hari ke depan. "Beberapa jam sebelum datang gempa, depot Pertamina baru mendapatkan pengisian dari kapal tangker, sehingga stok itu bisa untuk 23 hari," kata dia. (asy/)


Berita Terkait