"Dia memang tampan. Itu anugerah Tuhan. Tapi Agus muncul bukan hanya karena ketampanan melainkan juga dengan prestasi," kata Waketum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2016).
Meski belum pernah terjun ke politik, Agus yang merupakan mantan Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning dinilai sudah punya banyak pengalaman. Soal visi, misi, dan program, Demokrat menunggu hingga saatnya untuk disebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: https://news.detik.com/read/2016/10/01/135849/3311170/10/roy-suryo-agus-ganteng-bisa-padukan-ketegasan-ahok-dan-kesantunan-anies
Saat berlari di CFD Minggu ((2/10) kemarin, Agus ditemani sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kehadiran SBY tersebut adalah bentuk dukungannya sebagai Ketum Partai Demokrat yang mengusung Agus-Sylvi.
"Pak SBY turun itu tidak hanya sebagai ayahnya Agus tapi juga ketum," ujar Nurhayati.
Sebelumnya, Korbid Pemenangan Pemilu Golkar, Nusron Wahid mengatakan bahwa Jakarta saat ini membutuhkan pemimpin seperti Ahok. Paras wajah bukan hal yang dicari saat ini.
"Kita memilih pemimpin yang dibutuhkan orang, Jakarta tidak perlu sosok dengan kata-kata seminaris. Jakarta yang tidak perlu sosok yang lenggak lenggok ganteng. Jakarta butuh pemimpin yang proper, proven, dan deliver seperti Ahok. Biasanya para calon saat mau kampanye suka jaim, tetapi Ahok tidak peduli jabatannya," kata Nusron saat diskusi di launching #TetapAhok di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016). (imk/tor)










































