Lebih dari 4 Jam Pencarian, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor

Lebih dari 4 Jam Pencarian, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 03:05 WIB
Lebih dari 4 Jam Pencarian, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor
Korban saat dievakuasi (Foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom)
Semarang - Jason (8), anak yang tertimbun talut longsor di rumah mewah di Semarang ditemukan dalam kondisi tewas. Siswa Sekolah Dasar itu berhasil dievakuasi setelah lebih dari 4 jam pencarian oleh tim SAR gabungan atau sekira pukul 01.20 WIB dini hari.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso, mengatakan posisi korban Jason berdekatan dengan lokasi jenazah kakaknya, Jessica (18) yang lebih dulu ditemukan. Dua korban tersebut tewas seketika karena timbunan beton.

"Dua korban ini berada dalam satu kamar, tidak sempat melarikan diri," kata Abiyoso di lokasi kejadian, Perumahan Bukit Sari, Jalan Bukit Bromo nomor 26, Ngesrep, Kecamatan Banyumanik Semarang, Senin (3/10/2016) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reruntuhan yang cukup besar memang membuat proses evakuasi mengalami kesulitan. Dibutuhkan alat-alat khusus agar beton yang menimpa korban bisa disingkirkan.

"Lokasinya tidak sulit, tapi reruntuhan yang besar itu menguras tenaga," tandasnya.

Salah satu anggota penyelamat dari Basarnas Kanot SAR Semarang, Nyoto Purwanto, mengatakan evakuasi butuh waktu banyak karena perlu observasi lokasi sebelum tim bisa naik ke reruntuhan. Prosesnya pun dilakukan oleh sebagian personel demi keselamatan.

"Kita banyak pertimbangan dari mulai persiapan karena tidak bisa langsung masuk bangunan runtuh," kata Nyoto.

Diketahui peristiwa longsor tembok talut terjadi sekitar pukul 17.45 WIB hari Minggu (2/10) ketika hujan deras. Bangunan utama rumah mewah itu runtuh tertimbun talut yang berada di belakang rumah. Ada empat korban yang selamat yaitu Enrico dan istrinya, Christin, kemudian ayah Enrico, Mulyo Cahyono beserta suster perawat yang berhasil selamat dan sudah dievakuasi ke rumah kerabat.

Dua anak Enrico yaitu Jessica dan Jensen tidak lolos dari maut dan ditemukan tewas. Sedangkan Enrico terlihat syok ketika dituntun oleh para kerabatnya. Jenazah korban tewas langsung dibawa ke RS Elizabeth Semarang dan tim SAR gabungan mulai membubarkan diri.

"Kami berupaya, korban ditemukan berkat kerja sama Kepolisian, TNI, Brimob, Basarnas dan warga, terima kasih," pungkas Kapolrestabes Semarang. (alg/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini