Tari Saman Magnet Resepsi Diplomatik di Oman

Laporan dari Muscat

Tari Saman Magnet Resepsi Diplomatik di Oman

Eddi Santosa - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 02:31 WIB
Tari Saman Magnet Resepsi Diplomatik di Oman
Foto: KBRI Muscat
Muscat - Karya seni budaya berakar dari warisan nenek moyang masyarakat Aceh ini menjadi magnet yang mengundang decak kagum pada resepsi diplomatik di Oman.

"Kita ingin membuat Indonesia lebih dikenal di Oman, salah satunya melalui medium yang mudah diingat para tamu: Tari Saman," ujar Duta Besar RI untuk Oman Musthofa Taufik Abdul Latif seperti disampaikan kepada detikcom Den Haag, Minggu (2/10/2016).

Tari dengan gerak ritmis dinamis yang secara tradisional lazim untuk pesan-pesan agama ini menuai aplaus panjang, termasuk dari Guest of Honor (Tamu Kehormatan) Dr. Rasheed bin Al Safi Al Huraibi, kalangan pejabat pemerintah, bisnis, dan korps diplomatik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Dubes Musthofa Taufik Abdul Latif menyampaikan bahwa Indonesia sejak meraih kemerdekaan 71 tahun silam saat ini telah berkembang pesat.

"Dari negara yang nyaris tidak memiliki apa-apa selain semangat untuk merdeka, kini Indonesia telah menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-16 di dunia," terang Dubes.

Dalam hubungan bilateral dengan Oman, menurut Dubes kedua negara memiliki kesamaan pada politik luar negeri yang tidak memihak dan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

"Indonesia sebagai pelopor Gerakan Non Blok telah banyak berperan dalam penyelesaian konflik di berbagai belahan dunia. Oman pun dikenal sebagai negara stabilisator di kawasan, yang perannya telah diakui dalam mediasi konflik-konflik di Timur Tengah," demikian Dubes.

Seusai menyampaikan sambutan Dubes bersama Tamu Kehormatan Dr. Rasheed bin Al Safi Al Huraibi memotong nasi tumpeng yang juga merupakan tradisi khas Indonesia.

Dubes bersama Tamu Kehormatan Dr. Rasheed bin Al Safi Al Huraibi memotong nasi tumpeng. Foto : KBRI Muscat

Resepsi diplomatik masih dalam rangkaian HUT RI ke-71 tersebut berlangsung di Al Sinbad Ballroom, Crowne Plaza Hotel. Selain Tari Saman, nasi tumpeng dan kuliner Indonesia lainnya, juga diperkenalkan tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur

Dubes secara khusus mengapresiasi masyarakat diaspora Indonesia yang telah memainkan Tari Saman ini. Sejak 24 November 2011, UNESCO telah mengakui Tari Saman sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak.

"Melalui penampilan ini kami ingin menjadi bagian dari upaya pelestarian tersebut," pungkas Dubes. (es/nkn)


Berita Terkait