Alat pemotong milik Basarnas dikerahkan untuk memotong konstruksi beton yang roboh. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang datang langsung ke lokasi sudah berkoordinasi dengan tim SAR untuk mengetahui kondisi saat ini.
"Yang menyulitkan, ini rumah mewah yang konstruksinya banyak dari beton. Perlu usaha lebih," kata Hendrar di lokasi, Minggu (2/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui rumah mewah tersebut tertimpa longsor talut dan tembok beton sekira pukul 17.45 WIB ketika hujan deras. Bangunan utama runtuh tertimbun talut yang berada di belakang rumah. Dua korban yang masih dicari itu saat kejadian berada di kamar mereka.
Ada empat korban lainnya yaitu pemilik rumah, Enrico dan istrinya, Christin, kemudian ayah Enrico, Mulyo Cahyono beserta suster perawat yang berhasil selamat dan sudah dievakuasi ke rumah kerabat.
Menurut Wali Kota, pihaknya sudah melakukan pemetaan lokasi rawan longsor di Kota Semarang. Sedangkan lokasi peristiwa tersebut seharusnya cukup kuat dengan konstruksi beton.
"Ada maping titik rawan longsor. Di titik ini sebenarnya konstruksi kuat karena mewah, tapi ini musibah. Situasi sekarang ini sedang buruk," tandas Hendrar. (alg/dhn)











































