"Saya tidak pernah dapat kiriman uang. Hanya dapat contoh uang beberapa lembar di acara terbuka bersama santri lain," jelas Marwah dalam pesan singkat kepada detikcom, Minggu (2/10/2016).
"Belum pernah dapat dana dari beliau (Dimas Kanjeng) langsung atau lewat orang lain dalam jumlah banyak," tambah perempuan bergelar profesor ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak benar. Saya tidak pernah dapat kiriman uang ke rumah," kata Marwah.
Sebagai penegasan tak menerima uang, Marwah menjelaskan uang yang dikeluarkan Dimas Kanjeng saat ini belum bisa dipakai. Menurut pimpinan padepokan, jelas Marwah, uang belum waktunya digunakan.
"Istilah mereka, (uang) masih dalam penataan. Jadi tidak mungkin dikirim atau diberikan ke orang lain," kata pengurus MUI dan ICMI ini.
Tak dinyana, sebelum uang digunakan, Dimas Kanjeng ditangkap polisi pada 22 September 2016. Dia disangka menjadi otak pembunuhan Abdul Gani, eks pengikut Dimas Kanjeng, dan kasus penipuan. Saat ini, dia ditahan di Mapolda Jatim. (try/van)










































