Ribuan PKL Pasar 16 Palembang Digusur
Kamis, 31 Mar 2005 17:23 WIB
Palembang - Ribuan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di seputaran Pasar 16 ilir Palembang, seperti di bawah jembatan Ampera, Jalan Tengkuruk Permai, LorongBasah, dan Jalan mesjid Lama, tidak melakukan perlawanan ketika petak tempatnya berjualan dibongkar oleh eskavator dari Pemerintah Palembang, Kamis (31/3/2005).Mereka mengaku tak mampu berbuat apa-apa selain pasrah. Mereka hanya bingung atau belum tahu mau berjualan di mana. Mau membeli petak di Pasar Induk Jakabaring, rasanya tak mungkin."Modal kami hanya Rp 1 juta. Sementara petak di sana, uang mukanya saja Rp 4 juta," kata Sakiman, pedagang sayur-sayuran, yang petak tempat dagangnya dibongkar.Selain mahal, pembeli di Pasar Induk Jakabaring juga masih jarang atau sepi karena memang jaraknya cukup jauh sekitar 5 km dari pusat kota Palembang.Saat penggusuran itu, dua anggota Dewan Palembang yakni Aliman dan Muhammad Yusuf hadir di lokasi. Mereka diteriaki oleh para pedagang."Oi, wakil rakyat jangan bengong saja. Jangan makan duit kami saja," teriak seorang pedagang.Dalam penggusuran itu Pemerintah Palembang menurunkan sedikitnya 800 personel terdiri dari Kepolisian, pamong praja, tentara, dan satgas dariPMPB (Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu) yang diketahui para pedagang merupakan para bandit yang diorganisir.Walikota Palembang Eddy Santana Putra yang menyaksikan pembongkaran mengatakan nantinya lokasi akan ditata sedemikian rupa sehingga akan menjadi kawasan yang tertib dan bebas PKL. Sementara para PKL diarahkan ke Pasar Induk Jakabaring Palembang.
(nrl/)











































