5 WN AS Hilang di Daerah Gempa

5 WN AS Hilang di Daerah Gempa

- detikNews
Kamis, 31 Mar 2005 17:16 WIB
Jakarta - Rumah sakit terapung milik AS yaitu USS Mercy sudah diberangkatkan dari Alor pada Rabu kemarin dan diperkirakan dalam sepekan akan tiba di Pulau Nias untuk membantu para korban gemba bumi.Hal ini disampaikan Dubes AS untuk Indoneisa B.Lynn Pascoe dalam jumpa pers di kediamannya di kawasan Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2005).USS Mercy dapat menampung 1.000 pasien. Kapal raksasa segede kapal induk ini juga banyak membantu dalam operasi kemanusiaan musibah di Aceh akhir tahun lalu."Sejak awal kejadian bencana di Pulau Nias, pemerintah AS telah mendirikan rumah sakit darurat dilengkapi 4 tenaga medis internasional dan 6 tenaga medis dari Kedubes AS," jelas Pascoe.Pemerintah AS juga memberikan bantuan awal sebesar 100 ribu dolar dan diserahkan melalui LSM yang digunakan untuk melakukan pekerjaan operasional dalam membantu korban gempa di Nias.Pasco menyatakan, sampai saat ini terdapat 24 WN AS berada di wilayah Aceh dan Nias untuk membantu korban tsunami 26 Desember 2004 lalu. Namun hingga kini 5 dari 24 relawan itu belum diketahui keberadaannya.Apakah AS akan membantu membuat tsunami early warning system, Pascoe menjawab bahwa AS akan bekerjasama dengan dunia internasional dan akan memberikan input dalam hal tersebut."Kita memiliki input dalam hal ini dan kita menjadikan masalah ini sebagai proyek internasional. Sepengetahuan saya, penetapan tsunami early warning system di lautan Pasifik sudah dimulai sejak gempa terparah di Hawaii tahun 1946. Sejak saat itu pula kami melakukan penelitian untuk pengembangan tsunami early warning system. Kami bekerjasama dengan Jepang sebagai negara yang paling sering ditimpa tsunami," urai Pascoe. Pascoe juga belum dapat memastikan apakah akan mengirimkan bantuan alat berat untuk pemulihan bencana di Nias. "Sekarang kita sedang mencari bantuan apa yang paling penting saat ini. Dan menurut kami bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan medis. Lagipula situasi di Pulau Nias sangat berbeda dengan di Aceh," demikian Pascoe. (nrl/)



Berita Terkait