Mereka adalah santriwati dari Pondok Pesantren Az Zuhri, Semarang. Tanpa rasa takut mereka saling berebut dan menggiring bola dari kelapa yang membara. Pertandingan memang tidak lama, namun cukup seru karena diikuti jeritan-jeritan kecil dari para pemainnya.
Foto: Para santri bermain sepak bola pi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom) |
Asnah, salah satu santriwati mengaku tidak takut dan tidak merasakan sakit atau kepanasan saat menggiring bola api itu. Menurutnya asalkan yakin dan diawali doa, maka tidak akan merasakan panas.
"Cuma hangat, asalkan mantap, tidak apa-apa. Kakinya ini tidak apa-apa," kata Asnah sambil menunjukkan kakinya yang hitam kena arang, Sabtu (1/10/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Para santri bermain sepak bola pi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom) |
Para pemain api itu tidak merasa takut, bahkan ketika bola api diganti buah durian, para pemain juga tidak kesakitan. Bahkan ketika durian pecah karena ditendang, justru jadi rebutan untuk memakan buahnya.
Kemeriahan pada acara yang digelar pondok pesantren Az Zuhri memang terasa karena dihadiri ratusan penonton. Ada beberapa atraksi mulai dari drumband, permainan api dari santri dan anak-anak sampai pesta kembang api.
"Ini merayakan 1 Muharam. Ada arak-arakan bersama. Kita tidak melihat ras, suku. Islam itu satu," kata pemimpin Ponpes Az Zuhri, Gus Lukman Hakim.
"Sepak bola api ini hiburan rakyat, bisa mengena. Momentum, untuk menunjukkan kebesaran Allah. Panasnya api tidak terasa," imbuhnya.
Foto: Para santri bermain sepak bola pi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom) |
Pondok Pesantres Az Zuhri juga menggelar pagelaran wayang. Namun dalang yang rencananya Ki Joko Edan terpaksa diganti oleh Tri Luwih dan Mas Aji karena Ki Joko Edan tersandung kasus narkoba baru-baru ini dan ditahan Polda Jawa Tengah.
(alg/miq)












































Foto: Para santri bermain sepak bola pi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Foto: Para santri bermain sepak bola pi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Foto: Para santri bermain sepak bola pi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)